Han Long kini berusia 15 tahun, dia tumbuh sebagai pemuda remaja yang tampan, dengan tubuh lebih tinggi dari remaja seusianya bahkan postur tubuhnya terlihat lebih kokoh, membayangkan kekuatan yang dalam, namun tampang bodohnya menutupi kelebihan tersebut di permukaannya.
Hanya Han Eng, tuan putri Klan Han yang melihat dengan cara tersembunyi menatap secara berbeda, tanpa disadarinya semua itu terjadi karena kebersamaan mereka selama ini, serta perkembangan Han Eng yang beranjak dewasa, juga kerendahan hati Han Long, membangun rasa di hatinya menjadi ingin lebih akrab.
Han Long sekarang memiliki status sebagai pelayan dari Han Eng yang diterima sebagai ‘Murid Dalam’ bersama kakak Seniornya Han Ek di Sekolah Beladiri Samudera Naga, Han Long memang dengan sengaja untuk gagal diterima sebagai siswa, karena tujuannya adalah untuk masuk ke asrama Sekolah Beladiri Samudera Naga dengan mengikuti Han Eng, dia berpikir telah mematuhi pesan ibunya.
Sama juga halnya dengan Coa Kun, dia menjadi murid dalam karena promosi seorang penatua luar bernama Kim Teng.
Hal berbeda menimpa nasib Cui Man Ek, Meng Li dan Tang Yan, mereka diterima hanya sebagai Siswa Luar.
Han Wo gagal dalam ujian, dan dengan kecewa dia kembali ke klannya.
Ada perbedaan status sebagai murid dalam dan murid luar, dimana sebagai murid luar tidak diizinkan memiliki pelayan pribadi, malah mereka dibebankan oleh berbagai tugas harian yang harus dikerjakan dalam 1 hari seperti merawat tanaman obat lalu memanennya atau memelihara dan merawat binatang buas yang sudah ditaklukan dengan memberi pakan dan memandikannya, dan tugas-tugas harian lainnya.
Ada upah yang mereka terima dan dibagikan setiap bulan.
Sedangkan sebagai murid dalam, kewajibannya selain berkultivasi, mereka di wajibkan menghadiri kelas teori dan mereka akan menerima dan menikmati pil-pil kultivasi dengan kualitas yang berbeda dibandingkan dengan murid luar, dan menerima uang saku yang jumlahnya tiga kali lipat dari siswa luar, tanpa beban kerja harian.
Semua siswa didalam setiap bulan, wajib menjalankan misi sekolah, biasanya misi ini adalah tugas yang harus dikerjakan dalam memperoleh poin, dimana poin tersebut dapat ditukar dengan berbagai fasilitas, uang saku, pil dan obat-obatan kultivasi atau teknik beladiri.
Kini Han Eng sudah tumbuh menjadi gadis belia berusia 14 tahun, dia sekarang menjadi dara remaja yang sangat cantik dengan postur tubuh tinggi semampai, kecerdasan dan bimbingan terselubung dari Han Long mengantarnya pada tingkat Imajinasi Roh ke-1 Awal, yang bersaing dengan seniornya Han Ek pada Tingkat Imajinasi Roh ke-1 Lanjutan, kalau berbicara tentang masa lalu di Kota Yang In maka Han Eng dan Han Ek sudah menduduki jabatan para Tetua Klan.
Sian Li, ibu Han Long berada pula disekitar wilayah Kerajaan Chong Yang, dia sengaja mengawal Han Long putranya untuk selalu memberikan petunjuk teknik 4 Beladiri yang menjadi warisan yang khusus bagi Han Long, yaitu:
9 Tubuh Bintang yang baru sampai tahap ke-3 dari 9 tahapan,
Jiwa Terpecah Melumat Angkasa , yang dilatihnya sampai bagian ke-2 dari bagian,
dan Langkah Ajaib Melingkar Nirwana serta Tinju Langit dan Badai Mengamuk baru dia kuasai kulit luarnya saja, karena ketiga teknik lainnya membutuhkan dorongan barang-barang langka yang keberadaanya masih misterius seperti Rumput Surga Jiwa, Jamur Giok Nirwana dan Air Mutiara Kehidupan.
Tanpa diketahui siapapun, kultivasi Han Long pada Tingkat Insan Raja ke-1 Awal, dibandingkan dengan bayi yang baru lahir di Benua Thian Agung, maka terjadi selisih 15 tahun,
Han Long secara berjangka akan bertemu dengan ibunya dan menerima pengajaran yang mendalam dari sang ibu, Sian Li.
Pada malam hari ini di sebuah hutan pinggiran Sekte Samudera Naga, ada sosok anggun yang mematung dibawah pohon raksasa, dia adalah Sian Li, seorang wanita 30 tahunan yang menanti seseorang.
Sesosok bayangan berkelebat dengan cepat, bayangan yang melesat itu menghampiri Sian Li dalam sekejap,
”Ibu aku datang”, kata sosok itu yang ternyata Han Long.
Jika ada seorang yang melihat penampilan Han Long selain Sian Li, orang itu akan heran karena wajah Han Long jauh berbeda dari tampilannya yang dia tunjukkan di sekitar asrama Sekolah Beladiri Samudera Naga.
Mata pada wajah itu begitu cemerlang, dan senyum bodohnya menghilang digantikan oleh tatapan serius yang penuh fokus dan tarikan bibirnya menjadi senyum menawan.
Sian Li tersenyum menatap wajah putranya, dia teringat akan suaminya, ada kemiripan di antara keduanya Han Long mewariskan bentuk wajah dan mata dari suaminya, namun mata pada Han Long lebih cerah dan berbintang.
”Putraku, hari ini aku akan bercerita tentang sesuatu”, kata Sian Li.
”Cerita tentang apa ibu?, apakah tidak ada lagi teknik yang akan kuterima untuk kulatih?”, kata Han Long heran.
”Tidak ada penjelasan maupun teori teknik apapun, semua sudah kau terima, tinggal penyempurnaan yang harus kau latih dengan beberapa dorongan benda-benda ajaib agar semua teknik yang kau kuasai dapat mencapai kesempurnaan ”, kata Sian Li.
”Lalu untuk apa cerita itu?”, tanya Han Long lagi dengan serius.
”Justru ini menyangkut hal rahasia tentang hidupmu serta asal-usulmu”, jelas Sian Li.
”Ibu, mengapa baru sekarang kau menceritakannya?”, tanya Han Long penasaran
”Karena menyangkut kehidupan seluruh makhluk hidup di permukaan dunia ini dan harapan itu terbeban di pundakmu”, jawab Sian Li dengan tegas dan tersenyum makin lembut, untuk memberi kesan menenangkan.
Han Long terkejut mendengar pernyataan ibunya.
Sian Li mulai berbicara di depan Han Long sebagai pendengar tunggal.
Sebenarnya Han Long lahir di benua Thian Agung dimana seharusnya tingkat kultivasinya langsung melonjak ke Tingkat Insan Raja, namun kondisi tubuhnya sengaja di segel oleh kehendak ibunya sendiri.
Penyegelan konstitusi tubuh Han Long menggunakan teknik Kategori Dewa kelas Sempurna dan dilakukan oleh seorang senior di klan ibunya.
dan ternyata nama lengkap ibunya adalah Thian Sian Li, dari klan Thian dari benua tengah yang misterius, atau dikenal pula Benua Thian Agung.
Penyegelan tingkat kultivasi Han Long perlu dilakukan sejak dia masih berada dalam rahim Sian Li, agar dia dapat melaksanakan rencana leluhur klan Thian, karena maksud sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan Benua Thian Agung.
Pencapaian normal kultivasi bagi seorang calon bayi di rahim Sian Li adalah sesuai dengan petunjuk pada teori sebuah buku kuno yang didalamnya memuat sebuah lembaran khusus yang disebut Perkamen Suci Thian yang berhasil diterjemahkan Thian Sian Li sendiri dengan bantuan seorang penatua Klan Thian pada perpustakaan rahasia yang ditemukannya secara tidak sengaja atau semacam takdir, setelah dia mempelajari naskah kuno itu serta mendiskusikannya dengan penatua klannya, dan sampai sekarang buku dan naskah itu dibawa dan disembunyikan oleh dirinya atas perintah tokoh penatua Klannya tersebut.
Sian Li mulai menuturkan pada Han Long,
“Pada ribuan tahun lalu, Nama asal Benua Thian Agung dibuat oleh seorang tokoh super sakti dari klan Thian yang berhasil menguasai seluruh permukaan dunia ini, dengan keahliannya dia berhasil menaklukan seluruh bentuk kehidupan di dunia ini dimana terdiri dari 9 benua.
Dan dengan keahliannya juga dia memilih sebuah benua dari 9 benua dan menamainya sesuai klan yang melekat pada dirinya, tokoh ini bernama Thian Han Ong.
Thian Han Ong dengan keahlian dan kesombongannya dia mengumpulkan energi permukaan dunia pada satu benua yang dipilihnya, dalam hal ini bernama Benua Thian Agung.
Dan usaha itu pun berhasil.
Sekuat-kuatnya seseorang akan selalu ada lawan, dari kesombongan Thian Han Ong seorang tokoh tandingan yang berasal dari Benua Merah, salah satu benua dari 9 benua yang bernama Kui Lok Mo, seorang tokoh yang hanya kalah sedikit dari Thian Han Ong, dimana hasil karya Thian Han Ong membawa pengaruh terhadap Benua Merah dan benua lainnya, energi yang dulu menyebar secara merata, karena setelah perbuatan Thian Han Ong, energi dunia hanya berputar-putar di Benua Thian Agung.
Ada pula tokoh lainnya yaitu seorang tokoh wanita dari Benua Ketiga bernama Bu Ling Moy yang juga tidak setuju atas karya Thian Han Ong ini, namun Bu Ling Moy lebih mengambil sikap tertutup, karena dia merasa lebih lemah dari Kui Lok Mo apalagi Thian Han Ong, dan dia adalah penguasa benua dimana dia tinggal, dengan teknik bela dirinya dia pun menyegel Benua Ketiga oleh kekuatan dirinya, sehingga tidak ada seorangpun dari luar Benua Ketiga yang bisa masuk ke Benua Ketiga ini.
Semua itu terjadi ribuan tahun lalu, dan tokoh-tokoh ini sudah menghilang berabad-abad yang lalu.
Ternyata hasil karya Thian Han Ong memberikan dampak positif bagi penghuni di Benua Thian Agung secara besar-besaran, setiap bayi yang lahir langsung masuk pada tahap Insan Raja secara instan dan kecepatan kultivasi di benua itu memiliki kecepatan yang sangat dahsyat, maka penduduk Benua Thian Agung di penuhi dengan orang-orang pada tingkat kultivasi Manusia Dewa, namun anehnya setelah masuk pada tahap Manusia Dewa sangat sulit menembus Tahap Raja Dewa, bahkan pada tahap Raja Dewa pun rata-rata berhenti di tahap Raja Dewa ke-7 Puncak tanpa kelanjutan tahap berikutnya dan itu berlangsung sampai saat ini.
Dulu Thian Han Ong mencapai tingkat kultivasi Kaisar Dewa Sempurna dan merajai permukaan dunia ini dan isinya.
Sekarang tahap Kaisar Dewa tinggal angan-angan belaka, menembus tingkat Raja Dewa Ke-8 saja sudah tidak mungkin seperti ada sebuah kutukan atau ada sesuatu yang terkunci”.
Itulah sebabnya Thian Sian Li tidak mau putranya tumbuh dan berkultivasi di benua Thian Agung.
Buku yang dibawa oleh Thian Sian Li tidak hanya mengungkap sejarah dunia ini, namun menyangkut juga 4 teknik beladiri dan kultivasi yang sengaja diberikan dan diajarkan oleh Thian Sian Li kepada Han Long, dimana syarat utama 4 teknik itu mengharuskan seseorang mengalami peningkatan kultivasi dari dasar dan membangunkan konstitusi tubuh yang disebut 9 Tubuh Bintang seperti halnya Leluhur Thian Han Ong.
Dari buku itu pula, bahwa asal klan Thian dan Klan Han berasal dari para cucu yang diturunkan oleh Leluhur Thian Han Ong, dimana ada sebuah catatan kecil mengenai sebuah benua kecil pada jajaran 9 benua di dunia ini.
Dimana disebutkan bahwa, Benua Chong Yang adalah benua buangan bagi pelanggar berat warga Benua Thian Agung.
Dicatat disana bahwa yang disebut Ras Iblis adalah mereka yang melakukan pelanggaran berat dalam mengolah teknik kultivasi jahat dan terlarang di benua Thian Agung sehingga menerima hukuman yang disebut Pencabutan Tingkat Kultivasi, akibat dampak pencabutan dan pengaruh teknik kultivasi itulah maka terjadi perubahan perangai dan sifat asli mereka, serta fisik konstitusi tubuh mereka.
Demikian juga yang disebut Ras Manusia di Benua Chong Yang, mereka adalah para kultivator yang melakukan pelanggaran berat di benua Thian Agung.
Setengah dari luas wilayah Benua Chong Yang adalah daerah binatang buas, dan itu adalah sangkar besar yang memang dibuat sebagai penangkaran para binatang yang diperlukan oleh warga Benua Chong Yang, dan keberadaan binatang buas ini berfungsi juga untuk menyeimbangkan kondisi alam permukaan dunia, dimana khususnya di Hutan Kabut Putih tertanam pohon-pohon yang tumbuh dari zaman Kuno dan tumbuh menjulang sangat tinggi.
Sian Li menerangkan itu semua pada Han Long.
”Ibu, lalu apa hubungannya dengan diriku?” kata Han Long setelah mendengar cerita ibunya.
”Untuk mengembalikan kondisi permukaan dunia seperti kejayaan kultivasi pada kekuatan jaman kuno, memerlukan seseorang yang mampu mengelilingi 9 benua lainnya dan mencari kunci yang menyebabkan kondisi hari ini dimana tingkat kultivasi berhenti hanya pada tingkat Raja Dewa ke-7 Puncak tidak seperti dahulu dimana nenek moyang kita bisa menembus Tingkat Kaisar Dewa yang Sempurna”, kata Sian Li.
”Tetapi mengapa harus aku?”, tanya Han Long lagi penasaran.
”Karena hanya kamu putraku yang memiliki konstitusi tubuh 9 Tubuh Bintang, aku tahu secara teori teknik itu, namun aku tidak memiliki konstitusi tubuhmu, dan Buah Darah Naga adalah benda pusaka leluhur yang dipersiapkan bagi seorang ahli waris leluhur Thian Han Ong yang sudah ditentukan akan muncul”, jelas Sian Li.
Han Long terdiam, memang agak sulit diterima oleh pikirannya karena rencana itu terlalu besar dan sangat kompleks bagi seorang pemuda remaja, walau bagaimana Han Long bukan seorang yang sudah dewasa, pikiran dan jiwanya masih belum bisa mengambil tanggung jawab sebesar ini, dia sekarang hanya bersandar pada perlindungan ibunya, Sian Li yang dia tahu telah mencapai Tingkat Manusia Dewa ke-7 Puncak.
Bagi penghuni benua Chong Yang tingkat ini hanya bisa dicapai dengan khayalan saja, karena tingkat ini dapat mengatasi orang-orang sakti di seluruh Benua Chong Yang dan penguasa ini dapat hidup nikmat dan mewah hanya dengan duduk-duduk saja.
Apalagi di Benua ini paling tinggi adalah Insan Raja ke-8 Puncak itupun sudah dapat membentuk dan mengatur sebuah kerajaan seperti Kerajaan Chong Yang, melihat situasi ini bahwa kepala Sete Samudera Naga adalah seorang yang dapat mengganti seorang raja di kerajaan Chong Yang jika dia tidak menyukainya, karena tingkat Raja yang memerintah sekarang hanya pada Tingkat Insan Raja ke-5
Sian Li dengan lembut mengelus kepala putranya dengan kasih sayang,
”Leluhur Thian Han Ong dapat menguasai dan menaklukan orang-orang sakti 9 benua hanya dengan konstitusi tubuh 9 Tubuh Bintang dan penguasaan 3 Teknik lainnya sebesar 40 persen saja, artinya dari masing-masing teknik itu yang semuanya terdiri dari 9 tahapan, beliau baru mencapai 4 tahapan dan dapat mengumpulkan energi dunia pada satu benua saja, menurut catatan riwayat para leluhur.” kata Sian Li melanjutkan.
”Menjadi kuat, bukan hanya menaklukkan, tetapi yang terutama adalah untuk merawat dan memelihara alam ini untuk kesejahteraan sekarang dan generasi berikutnya, dan ini rupanya takdir yang harus kau jalani untuk memperbaiki kesalahan leluhur pada waktu lalu”, kata Sian Li dengan bijak.
Han Long semakin terdiam, wajahnya menggambarkan kecemasan, rasa percaya dirinya goyah.
Baginya tidak ada teknik beladiri maupun teknik kultivasi yang sulit untuk dicerna dan dipraktekan oleh dirinya namun kalau berbicara teknik 9 Tubuh Bintang saja sudah menyakitkan dirinya, dan dia hampir tidak kuat menahannya, apalagi 3 teknik lainnya, dia sudah membayangkan bahwa mengolah ketiga teknik itu seperti berjalan di kedalaman jalan neraka, dimana hanya ada kengerian dan bahaya.
”Ibu,bisakah aku melepaskan takdir itu?” tanya Han Long dengan cemas.
Sian Li menyadari kekhawatiran putranya, dia tahu siapa anak lelakinya itu.
Dengan tersenyum lembut Sian Li berkata,
”Long er, kalau saja ibu yang diberikan anugerah konstitusi tubuhmu maka aku akan mengambil tanggung jawab itu, dan aku tidak perlu menggunakan topeng menyebalkan ini untuk menutupi kondisi kita sebenarnya, rencana leluhur klan hanya kamu yang dapat menjalaninya, dan aku adalah ibumu yang harus melindungimu, karena kau adalah anakku”, kata Sian Li.
Mendengar itu Han Long tersentak, dia tahu bahwa ada topeng tipis yang dipakai pada wajah ibunya, sehingga tampilan ibunya sangat buruk, semua itu harus dipakai karena untuk perlindungan diri dia dan ibunya,
ada musuh yang selalu mencari keberadaan dia dan ibunya, namun tidak diketahui dari pihak mana, itu semua menurut penuturan ibunya yang diwaspadai oleh leluhur dari klan ibunya.
Semua itu terjadi adalah akibat perbuatan Leluhur Thian Han Ong yang menciptakan musuh di berbagai benua di dunia ini ketika dia dengan sombong menantang dan mengalahkan para penguasa benua, ada barisan sakit hati dari setiap keturunan para leluhur penguasa dunia.
Ada kekecewaan dan kejengkelan Han Long pada leluhur Thian Han Ong yang menciptakan kondisi seperti sekarang ini, dan akhirnya dibebankan untuk diselesaikan oleh dirinya, bagaimana jika dia tidak mampu membereskannya?
Dia hanya seorang pemuda belia, tingkatnya baru pada Insan Raja ke-1 Awal, masih ada tahapan 9 Insan Raja lainnya lalu 9 tahapan Manusia Dewa dan 9 tahapan Raja Dewa dan berikutnya Kaisar Dewa.
Baru memikirkan hal itu saja pikirannya sudah rumit, namun ketika melihat pengorbanan ibunya, dimana Sian Li harus keluar dari kemewahan dan kemegahannya sebagai seorang putri Klan ternama dan terutama di benua utama, hati Han Long menjadi penuh tekad, apapun harus dia hadapi dan jalani.
”Apa yang harus kulakukan selanjutnya ibu?”, kata Han Long dengan suara mantap.
“Long er, kamu harus menyelidiki kedalaman gunung pada Sekte Samudera Naga, ada sebuah tanaman dimana ciri khas tanaman itu berdaun kuning seperti layu tapi dia akan menumbuhkan kelopak bunga berwarna emas dengan putik berbintik putih seperti serbuk tepung, aku tidak leluasa masuk karena semua itu harus dilakukan pada seseorang yang ditakdirkan, walaupun seseorang akan melihat tumbuhan itu dia tidak akan berpikir bahwa tanaman itu akan menumbuhkan bunga seperti yang telah ku gambarkan, dan kamu harus mencarinya dengan persepsimu yaitu dengan Teknik Jiwa Terpecah Melumat Angkasa, semua itu menurut buku kuno yang kubawa, dan tumbuhan ini akan menyamar seperti rumput biasa, dia membutuhkan sinar matahari yang kuat namun di kedalaman tanahnya ada sumber air yang dimana ketika tercabut tanaman itu maka air di dalam tanah akan memancar keluar” Jelas Thian Sian Li.
“Jika demikian, ibu pasti tahu dimana tanaman itu tumbuh ya kan?”, kata Han Long menatap penuh harap.
“Kau salah, hanya seorang yang sudah mempelajari teknik jiwa seperti Teknik Jiwa Terpecah Melumat Angkasa yang dapat melihatnya, ada juga Teknik Jiwa yang lain tapi apakah Teknik jiwa ini berada dalam Kategori Dewa kelas Sempurna?”, kata Thian Sian Li.
“Dan aku tidak menguasai Teknik Jiwamu dalam kategori sepertimu, aku hanya membimbingmu untuk menguasainya karena aku bukan yang ditakdirkan”, Tambah Sian Li lagi ketika Han Long hendak berkata bahwa ibunya memiliki teknik Jiwa yang kuat juga seperti dirinya.
Mendengar penjelasan ibunya berarti Teknik Jiwa Terpecah Melumat Angkasa ibunya hanya berada pada Kategori Surga yang Sempurna, itupun menurutnya sudah luar biasa dapat membunuh lawan hanya dengan sinar matanya saja.
“Baiklah ibu, aku akan memeriksa hutan di lingkungan Sekte Samudera Naga”, kata Han Long sambil dia maju menundukkan tubuhnya yang sekarang lebih tinggi sebagai tanda hormat dan pamit.
“Aku akan selalu melindungimu, anakku”, kata Sian Li setengah berbisik dan wajahnya sedikit muram menahan kesedihan karena harus menjalani kehidupan seperti ini, dimana dia tidak bisa berlama-lama dengan putranya sendiri, dan dia sudah berpisah dengan suaminya selama 15 tahun.
Perbincangan Han Long menghabiskan setengah malam, Han Long lalu menuju bukit kecil tempat Han Eng berkultivasi, dia mendapatkan ruang di bagian belakang rumah Han Eng yang berbatasan dengan pegunungan yang melingkari Sekolah Beladiri Samudera Naga.
Dengan ilmu yang sudah dilatih dan dikuasainya dan teknik pencapaian kultivasinya dengan mudah Han Long dapat melewati penjagaan yang dilakukan oleh beberapa pasukan yang menjaga benteng Sekte Samudera Naga.
Rata-rata penjaga yang menjaga hanya pada tingkat Imajinasi Roh ke-1 dan pemimpin regu hanya berada di Imajinasi Roh ke-2, bagaimana mungkin dapat mendeteksi orang setingkat Han Long, apalagi Han Long dikenal hanyalah seorang pelayan Murid Dalam.
Namun sepandai-pandainya tupai melompat masih bisa jatuh juga, peribahasa ini masih berlaku juga bagi Han Long, dia tidak menyangka bahwa ada Penatua Luar Senior yang menjadi pengawas pada malam dia kembali, dia adalah Penatua Kim Teng, seorang yang sudah mencapai Tingkat Kultivasi pada Imajinasi Roh ke-6 Puncak.
“Siapa disana!”, teriak Kim Teng.
Han Long tersentak ketika mendengar sebuah teriakan Penatua Kim Teng, Han Long berhenti dan dia langsung menampilkan muka bodoh bin blo’onnya seketika.
“Aihhh… !, Penatua Kim yang terhormat, ini aku pelayan rendahan dari nona Han Eng”, kata Han Long menjelaskan.
“Darimana kau tengah malam begini?”, kata Kim Teng dengan sorot mata curiga, yang menjadi pendukung Coa Kun.
“Aku sekedar berjalan-jalan karena bosan di dalam ruangan kultivasi nona Han Eng”, balas Han Long.
“Hm…, apakah begitu?, bukan ada maksud lain?”, kata Kim Teng.
“Apa maksudmu Penatua terhormat?” kata Han Long lagi masih merendah, padahal kalau dia tidak ceroboh dia tidak perlu menghormati penatua ‘sialan’ ini, bahkan dia dengan mudah membunuh dengan hanya serangan matanya saja.
“Kau harus kubawa ke pos penjaga, karena kau berada diluar bukit tempat kediaman nona Han Eng, dan apalagi kau seorang pelayan yang berani menjelajahi seluruh kompleks Sekolah Beladiri Samudera Naga, urusan lainnya akan ditentukan besok pagi”, kata Kim Teng beralasan, karena dia tahu Han Eng adalah saingan dari orang yang dia sponsori menjadi murid dalam Sekolah Beladiri Samudera Naga, ada keuntungan lain bila dia dapat mencari masalah dari saingan orang yang dibantunya.
Tiba-tiba wajah Han Long berubah seketika dan dia menatap tajam Kim Teng tepat di biji matanya.
“Siapakah kamu !!!?, seorang penatua luar berani bertindak kepadaku, aku seorang yang berdiri sebagai atasanmu, lihat aku baik-baik, siapa aku sebenarnya?” Kata Han Long dengan berwibawa.
Dia tidak mau membunuh seorang penatua kelas semut ini, karena akan menimbulkan sesuatu yang tidak perlu untuk sementara ini, dan juga kehilangan seorang Penatua akan menimbulkan penyidikan yang merepotkan, serta akan mengobrak-abrik seluruh gunung Sekte Samudera Naga.
“Apa…!!!!!???, maafkan aku penatua senior, aku salah, aku tidak berani, silahkan lanjutkan pemeriksaan Penatua Terhormat”, kata Kim Teng dengan gemetar dan mata terbelalak.
Dengan Cepat Han Long berlalu dengan sekali melompat dan menghilang, membiarkan Kim Teng dengan halusinasinya.
Nasib Kim Teng dibiarkan mematung dengan mulut melongo sampai terbitnya matahari, dia tersadar ketika sengatan matahari menerpa wajahnya, ketika dia sadar banyak penjaga yang memandanginya dengan heran.
Kim Teng terkejut melihat kenyataan yang mengelilingi dirinya, dalam benaknya dia melihat sosok bodoh yang tiba-tiba berubah menjadi Penatua Senior Urusan Dalam, Penatua Wong Chan yang terkenal tegas dan sulit dikompromi.