Han Long duduk diam, dengan mengerahkan persepsi jiwa yang sudah masuk dalam Kategori Dewa kelas Sempurna ditambah menggunakan artefak penyembunyian dirinya, dengan demikian keberadaan dirinya sama dengan gerakan udara yang mengalir di sekitarnya tanpa menimbulkan kekuatan energi yang berfluktuasi, yang dapat terdeteksi oleh seseorang.
Di dalam aula istana Kerajaan Buana Nirwana, ada seorang perwira militer berpangkat tinggi yang berpakaian lengkap memimpin para menteri kerajaan,
“Saudara-saudara, sehubungan dengan niat dari Penguasa Benua Merah maka kita harus menyikapi hal ini dengan serius karena kekuatan Benua Merah jauh diatas kita, dan saat ini sudah ada utusan Penguasa Benua Merah di istanaku, namun ada peristiwa yang lebih penting dan baru saja terjadi, yaitu salah satu utusan, yang sebenarnya adalah paman dari Pangeran Kun mati terbunuh di jalan raya ibukota ini”, kata Panglima Besar Chin Ma Chung.
“Ya aku mendengar baru-baru ini, dan kejadian itu begitu misteri, karena tidak terlihat seorang ahli yang mengaku bertanggung jawab, dan ini menandakan seorang lawan tangguh dari penguasa Benua Merah telah hadir pula, dan kekuatan ini tidak bisa kita anggap ringan”, kata salah satu menteri.
“Apa yang kau katakan, hal ini bisa menghancurkan Kerajaan ini, dan sebaiknya kita harus berhati-hati, rumor mengatakan bahwa seorang tokoh misterius yang selalu melindungi benua ini, berdiam di kerajaan yang akan kita serang”, kata menteri yang lainnya.
“Aku tahu rumor itu, bahwa orang tua aneh yang berdiam di gunung Puncak Mega Biru, dia dikenal sebagai pemilik Manor Langit, dan sekarang dia memiliki cucu perempuan yang bergelar Putri Langit, jika demikian sikap apa yang harus kita lakukan? karena kematian paman utusan itu menambah masalah ini”, kata Panglima Besar Chin Ma Chung, dengan wajah bingung.
Semua terdiam, mereka berpikir akan beratnya masalah, karena masalah ini, membuat posisi mereka berada pada himpitan dua kekuatan raksasa yang tidak nampak, dan kekuatan itu dapat menghancurkan Kerajaan Buana Nirwana, pihak siapapun yang menang, kerajaan ini akan menanggung pengorbanan yang sangat besar dan parah.
“Dengan terpaksa, karena melihat parahnya situasi ini, kita harus menetapkan diri pada salah satu pihak, dan berhubung dengan utusan yang sudah hadir maka kita tidak bisa mengabaikan keberadaan utusan itu, masalah tentang kematian paman utusan itu akan kita katakan bahwa itu adalah ulah seorang ahli dari Kerajaan Dunia Biru”, kata Panglima Besar Chin Ma Chung.
Mendengar hal itu semua mengangguk setuju, salah satu dari mereka berucap,
“Saudara Panglima Besar, dimanakah keberadaan sang Raja?”, tanya seorang Menteri dengan mengerutkan kening karena ketidakhadiran Raja mereka.
Panglima Besar sedikit terkejut dengan pertanyaan salah satu koleganya yang tiba-tiba, namun dengan tenang dia menjawab, “Ini pula yang menjadi kegelisahanku selama ini, seluruh anggota kerajaan sementara ini sudah mengungsi melihat peristiwa siang tadi yang akan mengancam kakanda Raja dan keluarganya, karena utusan Benua Merah sudah mengancam akan mengusut tuntas masalah ini dan dikhawatirkan mengancam nyawa kakanda raja dan keluarganya”, kata Panglima Besar sambil matanya menatap tajam ke arah menteri yang mengeluarkan pertanyaan itu.
Semua kembali terdiam, ada yang percaya ada pula yang masih sangsi atas keterangan Panglima Besar, walaupun ada hubungan darah antara Panglima Besar dan Raja mereka, mereka pun tahu bahwa sang Panglima Besar memiliki ambisi besar untuk menguasai seluruh kerajaan Buana Nirwana ini.
Han Long ikut pula mendengar semua pembicaraan diantara mereka, dia akhirnya mendapatkan informasi yang dicari namun dia belum mengambil kesimpulan apapun, dia harus menyampaikan semuanya pada ibunya, dia meyakini ibunya akan memberikan pendapat yang lebih baik daripada dirinya sendiri.
Tanpa menunda waktu, Han Long beranjak dari persembunyiannya, dia lalu mengerahkan kekuatan dirinya setelah itu dirinya menghilang, namun ada letusan energi kultivasi dari tubuhnya dan kebocoran energi itu dapat dirasakan oleh orang-orang di dalam gedung yang rata-rata telah mencapai tingkat kultivasi Manusia Dewa,
”Siapa itu?”,
”Celaka, ada yang mengintai pertemuan kita”,
”Cepat kejar!!!”,
Beberapa seruan dari para menteri dan Panglima Besar diserukan dengan suara marah dan cemas, karena mereka yang terdiri dari para kultivator tingkat tinggi masih kecolongan dengan seseorang yang mengawasi pembicaraan tingkat tinggi dan ironisnya keberadaan orang itu tidak dapat mereka rasakan dan ini adalah masalah besar, kejadian yang sangat memalukan pada tingkat jabatan mereka, namun beberapa menteri semakin khawatir dengan tingkat orang yang dapat menyusup tanpa sepengetahuan mereka menandakan bahwa si penyusup memiliki tingkat kultivasi sama atau lebih tinggi dari mereka semua.
Han Long bergerak sangat cepat, dia mengerahkan teknik Langkah Ajaib Melingkar Nirwana yang mengutamakan kecepatan tubuhnya, sehingga saking cepatnya dia bergerak, bagai berteleportasi, dimana tubuhnya dalam beberapa detik telah muncul dengan jarak ratusan meter.
”Para penjaga…!, tangkap orang itu”, perintah Panglima Besar dengan suara mengguntur, seketika itu juga ratusan pengawal dan penjaga militer bertebaran, bahkan para komandan pasukan memerintahkan pasukannya untuk menutup jalan yang mungkin akan dilalui oleh Han Long, namun dengan cerdik Han Long menangkap salah satu penjaga menengah sambil melepaskan bagian jiwanya yang melarikan diri ke arah yang berbeda, lalu dia merubah wajahnya dan masuk pada jajaran barisan yang saat itu sedang menerima perintah di pasukannya oleh seorang perwira muda,
”Kalian pergi ke Gerbang sebelah Selatan biar aku menghadang orang itu dari utara”, kata perwira tersebut.
“Siap!!!”,
Seru pasukan itu, dan mereka berlari sekuat tenaga guna menjaga gerbang selatan,
Seorang anggota penjaga dari bagian pasukan itu, sambil berlari, berkata,
”Apakah kau tahu, siapa perwira itu?, wajahnya baru kukenal”, kata seorang penjaga itu pada temannya.
”Tidak, dia baru kulihat juga”, kata kawannya sambil berlari.
”Apakah ada diantara kita yang mengenal perwira baru itu?”, kata dia kembali sambil menyusui rekan-rekannya.
Serentak semuanya menjawab,
TIDAK !!!
Serentak pula pengawal itu berhenti,
”Celaka, sialan, kurang ajaaaarr!!!, kita telah ditipu orang itu”, kata penjaga tersebut, sambil membalikkan badan mengejar perwira pemberi perintah tadi, rekan-rekannya ragu-ragu namun langsung berbalik arah, ikut pada penjaga tadi, namun tidak lama kemudian perwira tadi sudah menghadang mereka,
”Kenapa kalian kembali?, aku komandan pasukan, apa kalian menentang perintahku?”, kata perwira itu.
”Siapa kau?”, anggota pasukan itu berbalik marah dan mengepung komandan tersebut.
Melihat hal ini, komandan itu berbalik marah,
”Apa mau kalian?, aku komandan kalian yang baru”, katanya lagi, namun sebelum dia berucap lagi,
Heaa…!!!
Serbuu…!!!
Lumpuhkan diaaaa…!!!
Sekelompok penjaga itu sudah menyerangnya, sekalipun tingkat kultivasi komandan itu diatas anggota kelompoknya, namun dia hanya seorang diri, sedangkan serangan itu diatur menggunakan sistem pertempuran militer dan berkelompok, saling mengisi dan melindungi diantara mereka, akhirnya komandan itu merasakan pula pukulan dari anggotanya sendiri hingga dia dilumpuhkan oleh pasukan penjaga, bahkan regu lain yang berdatangan dan membantu pengepungan atas dirinya.
Sial bagi komandan itu, dia memang baru ditugaskan dari benteng luar, karena prestasinya, dia dipindahkan ke bagian penjagaan di dalam komplek istana, wajar anggota yang dipimpinnya belum mengenal dirinya.
Sedangkan Han Long yang menyamar sebagai penjaga itu, sudah jauh dari komplek istana, dialah yang melontarkan kalimat pertanyaan sederhana itu, dan dia sendiri yang berbalik untuk memancing pasukan itu mengosongkan gerbang selatan istana.
Han Long telah tiba di penginapan, dia langsung masuk ke kamar ibunya yang sudah menunggu.
Dengan cepat Han Long menceritakan semua yang dia dengar dan persoalan tentang niat Benua Merah bersama kerajaan Buana Nirwana yang akan menyerbu kerajaan Dunia Biru.
Thian Sian Li merenung sebentar, kemudian
”Long er, besok secepatnya kita ke kerajaan Dunia Biru, kita lihat ada apa disana yang memancing perhatian Penguasa Benua Merah, juga dengan Manor Langit itu, ibu seperti mengenal penguasa Manor itu”, kata Thian Sian Li.
Han Long hanya menggerakkan kepalanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya sendiri, dan bersemedi dalam posisi kultivasi.
Keesokan harinya, ibu dan anaknya itu segera keluar dari penginapan, meninggalkan Kerajaan Buana Nirwana secepatnya, mereka berdua sudah menyadari bahwa gerbang keluar wilayah kerajaan pasti dalam penjagaan yang ketat, namun penjagaan itu mudah dilewati oleh tingkat kekuatan ibu dan putranya tersebut.
Sementara di penginapan bekas menginap Han Long, seseorang keluar dari kamar penginapan juga, ada bekas luka di wajahnya, dia adalah Chen Ciao Pit yang semalam diselamatkan oleh Han Long.
Dia pun bergegas untuk segera meninggalkan area penginapan itu, dia menyadari akan ada penggeledahan di seluruh pelosok kota atas peristiwa semalam, yang tidak diketahuinya seberapa parah kejadian yang ditimbulkan oleh Han Long, namun demikian dia segera menyelesaikan administrasi pembayaran penginapan itu dan segera keluar.
Benar saja, selisih beberapa saat, serombongan pasukan istana menggeledah penginapan tersebut, beruntung Chen Ciao Pit telah keluar, namun kemana Chen Ciao Pit itu akan melarikan diri, karena seluruh gerbang kota telah dijaga dengan pengamanan yang sangat ketat.
“Kemana aku harus pergi?, semua gerbang empat sudut pasti dalam penjagaan” katanya dalam hati.
“Hai kakak, kenapa kau berdiri menghalangi jalanku?”, sebuah suara wanita muda membangunkan lamunannya, Chen Ciao Pit menengok arah belakang tubuhnya, dia sedikit terperangah melihat seorang gadis 18 tahunan dan dua orang yang mendampinginya, ada gadis muda lainnya dan seorang pria muda yang pakaiannya sangat bersih dan termasuk tampan, dengan kening berkerut menatap dirinya dengan tajam.
“Oh maaf, saudari dan saudara, aku tidak sengaja menghalangi perjalananmu, aku sedang terpesona oleh bangunan gerbang wilayah Selatan dari kerajaan ini, tentunya menelan biaya yang sangat mahal”, kata Chen Ciao Pit berbohong, sambil tubuhnya memutar dan menyingkir dari hadapan gadis itu.
“Aku menerima permintaan maafmu dan melupakan masalah ini”, kata Gadis itu.
Sambil ketiganya melewati Chen Ciao Pit, dan hendak meninggalkan pemuda itu sesegera mungkin, namun ada lintasan ide di kepala Chen Ciao Pit,
“Maaf Nona Muda, bolehkah aku bergabung dengan kalian?, senang rasanya melakukan perjalanan dengan teman seperti kalian”, kata Chen Ciao Pit lagi, dengan memasang wajah memelas, dia harus bergabung dengan mereka karena kalau dia terlihat sendirian ada kemungkinan para penjaga menaruh curiga pada dirinya, karena para penjaga akan mencari seorang yang dicurigai.
Pemuda pada kelompok tiga orang itu maju melangkah, dia seperti menilai penampilan Chen Ciao Pit,
“Aku adalah kawan mereka dan dalam perjalanan ini kami bertiga hanya meluaskan pengetahuan kami, tidak ada tempat tujuan yang pasti”, kata Pemuda itu.
Dengan wajah cerah, Chen Ciao Pit melihat kesempatan, “Oh, kebetulan kalau begitu, aku pun sama dengan kalian, karena aku juga seorang pengelana, dengan demikian kita dapat saling melindungi satu dengan lainnya, dan aku memiliki kekuatan sedikit untuk bersama-sama kita bekerja sama saat ada bahaya, dan namaku Chen Ciao Pit”, kata Chen Ciao Pit mengenalkan namanya dengan mengatakan beberapa saran untuk perjalanan bersama.
Gadis manis yang satunya menimpali kawannya,
“Aku pada dasarnya tidak keberatan, karena dengan perjalanan ini kita menambah kawan daripada lawan, namun semua itu tergantung kawan wanitaku, bagaimana saudari Kam Lin?”, tanya gadis itu sambil menoleh pada wanita muda satunya.
“Aku tidak mau bersama dengan orang asing yang tidak kukenal, karena bukannya kita menghindari bahaya malah mendekati diri kita pada bahaya lain, kau berasal dari mana?”, kata Kam Lin.
“Baiklah aku berterus terang sebagai tanda ketulusanku, agar kalian dapat menilai diriku, namaku sudah kusebutkan, aku berasal dari Kerajaan Dunia Biru di Benua Eng Hian ini, dan siapa kalian bertiga?, supaya kita lebih kenal satu dengan lainnya, kalau aku bertindak jahat pada kalian bertiga sementara aku hanya seorang diri saja”, kata Chen Ciao Pit lagi,
Pemuda pada kelompok tiga orang itu maju,
“Aku Wang Jie, dan ini saudari Zhang Mei dan Kam Lin, kami dari Benua Khui Ning”, kata Wang Jie.
Akhirnya mereka sepakat untuk melakukan perjalanan bersama setelah saling mengenalkan nama masing-masing, terlihat disini bahwa gadis bernama Kam Lin ini sangat lincah dan gayanya meninggalkan keanggunan seorang wanita belia, malah sedikit ‘tomboy’, berbeda dengan gadis bernama Zhang Mei yang anggun menandakan seorang gadis yang dididik oleh keluarga bangsawan, sementara pemuda bernama Wang Jie adalah sosok pemuda yang tenang dan dewasa, itulah hasil penilaian dari diri Chen Ciao Pit dalam menilai kawan-kawan seperjalanannya.
Atas kebaikan Han Long, ketiga pemuda dan pemudi ini menerima beberapa petunjuk peningkatan kultivasi, dan menerima pil-pil kultivasi yang bermanfaat meningkatkan tingkat kultivasi mereka bertiga, manfaat yang diterima oleh Kam Lin sangat besar, bahkan Han Long membimbing langsung Kam Lin selama beberapa minggu, sehingga dirinya memiliki pondasi yang kuat dalam peningkatan kultivasi, juga petunjuk langsung dalam Teknik Beladiri keluarga Kam pada diri gadis itu sehingga Kategori Teknik Khas keluarga Kam naik kelas.
Kam Lin, Zhang mei dan Wang Jie adalah muda-mudi dari benua Khui Ning, setelah ditinggal oleh Han Long, mereka bertiga meminta izin dari para orang tua mereka untuk memperluas pengalaman mereka, terutama Kam Lin yang melihat bahwa Han Long meninggalkan kesan pertama pada dirinya yang keras, dimana hatinya hanya bisa ditundukkan oleh seorang pemuda yang jauh di atas kekuatannya, dengan tekad mengejar kekuatan, Kam Lin membujuk dua sahabat karibnya, untuk menemani perantauanya untuk saling menjaga dan melindungi.
Kam Lin merasa sesuatu yang hilang ketika Han Long pamit pada klan dan dirinya, daripada dia terjebak akan pengharapan yang sia-sia, dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Benua Khui Ning, dengan bujukannya pada sahabat-sahabatnya yang diterima dengan baik, mereka memutuskan berangkat selang beberapa hari setelah kepergian Han Long dan ibunya.
Tingkat kultivasi Kam Lin melesat dan sama dengan Tingkat Kultivasi yang dimiliki oleh Wang Jie yaitu Tingkat Kultivasi Insan Raja ke-2 Lanjutan, namun kualitas Teknik beladiri Kam Lin lebih unggul dari Wang Jie, sedangkan tingkat kultivasi Zhang Mei pada tingkat Kultivasi Insan Raja ke-1 Puncak.
Mereka berusaha menebak tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Chen Ciao Pit, namun mereka tidak menemukan tingkat itu, mereka hanya menduga bahwa tingkat yang dimiliki oleh pemuda yang dikenalnya ini pasti diatas mereka bertiga, dan alasan inilah mereka sepakat melakukan perjalanan bersama dengan pemuda ini yang memiliki tingkat kultivasi di atas mereka.
Dan perjalanan mereka berempat akhirnya terhenti dimuka gerbang utara kerajaan Buana Nirwana.
Terlihat antrian penduduk yang hendak keluar melalui gerbang ini, dan antrian ini mengular panjar mencapai ratusan meter karena pemeriksaan yang sangat ketat dari para penjaga yang mencari seseorang.
“Kalian berempat berdiri di samping sini!”, suara memerintah dari seorang komandan jaga pada kelompok Kam Lin dan kawan-kawannya.
Beberapa orang penjaga dengan tersenyum-senyum menghampir keempat pemuda itu, para penjaga itu sebenarnya tertarik akan dua gadis cantik muda belia pada kelompok empat orang ini, dengan memanfaatkan situasi, para penjaga ini seperti mencari bonus bagi pekerjaan mereka.
“Apa mau kalian, kami hanya perantau yang kebenaran memasuki wilayah ini”, kata Kam Lin dengan ketus.
Wang Jie berjalan dengan ke depan dan membungkukan sedikit badannya,” mohon maaf atas ucapan saudaraku, para penjaga yang mulia, benar apa yang dikatakan oleh saudari kami ini, kami hanya sekedar lewat saja”, katanya.
“He he he , apakah kalian tahu, mengapa kami harus menahan kalian semua?, jika kalian ingin melewati gerbang itu, sebenarnya sangat mudah, tinggalkan kedua gadis itu dan kalian akan menjemputnya esok hari, dan kami akan membiarkan kalian pergi”, kata komandan itu dengan seringai buas pada wajahnya, yang disambut tawa oleh pasukannya.
Chen Ciao Pit dari tadi mengawasi seluruh situasi, dia melihat bahwa antrian panjang ini terjadi karena kelompok penjaga ini mencari keuntungan sendiri, apalagi setelah mendengar ucapan komandan itu,
“Maaf komandan yang terhormat, kawan-kawanku ini adalah orang baru, mereka tidak mengenal akan kebaikan komandan jaga yang sudah kudengar di dalam kotaraja, bagaimana dengan ini?”, kata Chen Ciao Pit sambil mengeluarkan sekantong koin emas dari Tiankong Zhi Dai nya (Kantong Langit).
“He he he…, memang kau seorang pemuda yang mengerti, namun aku harus memberikan kompensasi juga pada anak buahku, dan mereka hanya membutuhkan penyaluran hasrat mereka melalui kedua gadis itu”, katanya komandan jaga itu sambil tersenyum makin buas.
Chen Ciao Pit mengeluarkan kembali satu kantong berisi koin emas kedua, dan bersiap menyerahkan kepada Komandan jaga itu, namun para penjaga dan komandannya tetap mengambil keputusan bahwa Kam Lin dan Zhang Mei harus tinggal semalam bersama dengan mereka, dan dua kantong koin itu pun harus jadi milik mereka.
Melihat bahwa ini berkembang menjadi semakin mengkhawatirkan, Kam Lin tersulut emosinya,
“Dasar orang-orang keparat, saudara Chen simpan kembali kantong-kantong itu, mereka pada dasarnya sudah bejat, aku akan melawan kalian, karena kalian sangat merendahkan martabat kami”, katanya.
“Ho ho ho….!!!”
“Ha ha ha…!!!”
Derai tawa dari pasukan penjaga terdengar,
“Apa yang akan kalian perbuat, jumlah kami lebih banyak, dan kalian hanya sekelompok anak muda yang lemah, tadinya kami hanya memberi peringatan saja, jika kalian melawan pada kami, maka kami akan menangkap kalian berempat dengan tuduhan melakukan gangguan otoritas kekuasaan petugas Kerajaan Buana Nirwana”, kata komandan itu sambil memberi perintah pada anak anggotanya untuk mengepung kelompok Kam Lin.
Dummm….!!!!
Douuussss…!!!!
Empat letusan Energi kultivasi meletus secara bersamaan dari tubuh empat pemuda dan pemudi itu, mereka sudah siap melawan.
Dan para penjaga yang sudah siap menangkap kelompok Kam Lin itupun bergerak, terjadilah pertempuran antara kelompok Kam Lin melawan para Penjaga Gerbang wilayah Kerajaan Buana Nirwana.
Ternyata empat anak muda ini, sangat sulit ditaklukan dengan cepat oleh pasukan penjaga tersebut, hingga memakan waktu yang cukup lama.
Tiba-tiba terjadi perubahan suhu di wilayah itu, ada rombongan besar yang datang dengan cepat ke tempat pertempuran itu, sebuah kereta yang sangat besar yang diiringi sekelompok besar pengawal yang menunggangi Kuda Kilin Angin yang ukurannya tiga kali lipat dari kuda biasa.
Tanah bergetar ketika pasukan ini mendatangi tempat perkelahian kelompok Kam Lin dan para penjaga itu, sebuah Kereta besar dan megah berhenti di hadapan pertarungan kelompok Kam Lin dan para penjaga itu,
“Sekelompok semut berani membuat kekacauan di wilayah ini, sungguh hanya mencari kematian”, kata seorang pemuda, yang keluar dari kereta besar itu.
Pemuda tampan ini, berpakaian mewah, namun tatapan matanya dingin dan buas, dia hanya tersenyum nyinyir melihat perkelahian dua kelompok itu, di samping pemuda ini berdiri seorang wanita cantik yang anggun, namun tatapan matanya juga dingin, bahkan ada senyum licik dan merendahkan.
Sepasang pemuda dan wanita itu adalah Coa Kun dan Mo Eng, pasangan Ibu dan anak, jika seseorang tidak mengenalnya, mereka akan mengira bahwa ini adalah sepasang kekasih yang sangat cocok karena keduanya memiliki garis wajah yang mirip.
Seperti diketahui sekarang tingkat kultivasi Coa Kun sudah mencapai Tingkat Kultivasi Manusia Suci ke-6 Puncak dan Ibunya pada Tingkat Manusia Suci ke-4 Lanjutan, maka wajar saja Coa Kun dan ibunya memandang rendah pertempuran ini, bahkan Chen Ciao Pit yang merasa dirinya dapat mengatasi komandan jaga ini terkejut, melihat perkembangan yang tidak diduga, muncul seseorang yang tingkat kultivasinya lebih tinggi dari dirinya, dia sudah mencapai tingkat Kultivasi Manusia Suci ke-2 Puncak, artinya jika wanita yang mendampingi pemuda itu bergerak melawannya, maka dia akan dikalahkan dengan mudah.
“Apakah kalian hanya sekelompok tumpukan kantong kosong, tidak dapat melumpuhkan empat ekor semut itu?, kalian akan menerima akibatnya jika kalian tidak menyelesaikan dalam beberapa saat!”, Kata Mo Eng dengan nada tajam menusuk pada barisan Penjaga gerbang.
Mendengar ucapan tersebut para penjaga itu meningkatkan daya serang terhadap kelompok Kam Lin dan dengan gerakan teratur dalam formasi pertempuran, mereka mengerahkan seluruh kekuatan secara maksimal.
Dug… Plak… Ough…
Heaaaaa…., Plak….. Bukh…
Dengan ancaman yang dilontarkan oleh Mo Eng, maka ada hasil dari peningkatan serangan para penjaga tersebut karena setelah itu Kam Lin, Wang Jie dan Zhang Mei jatuh berguling, menghindari serangan para penjaga itu, namun mereka masih menerima luka-luka pada tubuh mereka, ketika mereka hendak bergerak kembali, mereka bertiga sudah di todong oleh beberapa senjata tajam yang menempel pada kulit tubuh mereka, dan tidak lama kemudian Chen Ciao Pit pun mengalami hal yang sama bahkan sedikit lebih parah karena ada darah yang keluar dari mulutnya, tanda dia menderita luka dalam yang cukup parah.
Dibawah ancaman senjata para penjaga gerbang keempatnya tidak dapat berkutik lagi, disini Kam Lin dan kawan-kawannya menyadari satu hal bahwa kekuatan yang mereka miliki ternyata tidak memiliki arti apapun di Benua ini, mereka tadinya merasa bahwa mereka di benua Khui Ning adalah para talenta muda yang sangat berbakat, tidak ada lawan kuat di usia yang mereka miliki kecuali para Tetua dan Pejabat Penguasa Benua.
“Kami sudah dikalahkan, kalau kalian mau bunuh, silahkan bunuh kami”, kata Kam Lin dengan berani tanpa takut, juga marah.
“Ha ha ha…, membunuh kalian sangat mudah, hanya dengan menjentikkan jariku maka kalian akan menjadi daging cincang, namun aku tidak sekejam itu, satu hal yang ingin kutanyakan pada kalian, sudah berapa lama kalian berada disini?, dan dari mana asal kalian?, melihat corak busana kalian, maka kalian bukan dari kerajaan ini, Ayo katakan!”, kata Coa Kun sambil berjalan menghampiri Kam Lin yang menarik hatinya, karena kecantikan Kam Lin yang natural tanpa riasan untuk mempercantik dirinya, sangat menggoda dirinya.
Dia hanya ingin mempermainkan dua gadis cantik yang menarik hatinya, dia dapat meningkatkan kekuatannya dengan teknik kultivasi ganda warisan gurunya Kui Lok Mo dengan menyedot energi Yin yang dimiliki kedua wanita itu, demikian juga dengan ibunya yang membutuhkan tenaga muda seperti yang dimiliki oleh Wang Jie dan Chen Ciao Pit.
Karena Coa Kun dan Mo Eng sekarang berbeda ketika keduanya masih berada di Benua kecil yang terpencil, Benua Chong Yang, saat ini peningkatan kultivasi yang dimiliki oleh keduanya adalah teknik kultivasi dengan menyedot energi dari lawan jenis masing-masing, dengan demikian menurut penuturan gurunya, ini adalah teknik termudah dan tercepat tanpa merusak pondasi kultivasi mereka, dan sebenarnya Mo Eng sendiri adalah sosok wanita yang sangat ambisius, maka ketika Coa Kun membunuh ayahnya sendiri atas perintah Kui Lok Mo, dia tidak perlu memikirkan balas dendam, karena sekarang dia malah menerima manfaat sebagai pasangan kultivasi ganda dengan orang sekelas Penguasa Benua yang menjadi saingan Benua Thian Agung yang keberadaannya seperti tanah para dewa itu, maka dengan rela Mo Eng menerima semua itu dengan senang hati.
Coa Kun dari awal sudah menduga, bahwa keempatnya bukan warga kerajaan ini, dan dengan kecerdikannya juga dia tahu bahwa keempatnya bukan pembunuh pamannya, karena kultivasi yang dimiliki keempatnya sangat rendah untuk bertindak membunuh sang paman, Mo Cun.
Atas pertanyaan dari Coa Kun, orang yang menjadi cemas adalah Chen Ciao Pit, karena dia tahu bahwa dirinya berasal dari kerajaan yang menjadi lawan kerajaan ini, dia adalah seorang petugas penyidik kerajaan Dunia Biru yang bertugas memata-matai aktivitas kerajaan Buana Nirwana ini.
Disaat kondisi yang tidak menguntungkan bagi keempat pemuda itu, terdengar desau angin yang berbeda dan sebuah suara terdengar, “Hmmm…. Ibu dan anak sama-sama bejatnya, dan kalian memiliki niat busuk dengan menyedot energi para anak muda itu, bukankah demikian Coa Kun?”, suara seorang wanita terdengar mengejutkan Coa Kun dan Mo Eng serta barisan pengawal dan penjaga.
“Siapa Kau?”. teriak Coa Kun dan Mo Eng bersamaan, keduanya membalikkan badannya mencari-cari, namun orang yang berbicara itu tidak terlihat oleh mereka apalagi pasukan yang berada di area itu yang tingkat kultivasinya lebih rendah dibandingkan pasangan ibu dan anak itu.