Benua Barbar Kuno adalah salah satu benua di Dunia Sembilan Benua, yang lebih luas dari Benua Eng Hian tapi lebih kecil bila dibandingkan dengan tiga Benua terbesar di Dunia Sembilan Benua, yaitu Benua Merah, Benua Ketiga dan Benua Thian Agung.
Keistimewaan benua ini adalah tidak adanya bangunan atau gedung-gedung pencakar langit buatan manusia, seperti halnya yang layak di sebuah benua bahkan di tempat yang menjadi pusat pemerintahan benua tetapi di benua ini terdapat pohon-pohon super raksasa yang dijadikan tempat tinggal penghuni benua tersebut, atau sebuah goa yang sangat luas dan dalam, yang terletak di pegunungan yang dijadikan semacam komplek hunian bagi masing-masing klan keluarga ternama.
Istana Kuno adalah pusat pemerintahan pada Benua Hu Zhao atau Benua Barbar Kuno.
Ada dua tempat yang disebut Istana Kuno, yaitu bagian dasar dimana yang disebut Istana Dasar, ini ternyata adalah sebuah goa raksasa yang terdapat di sebuah kaki gunung tertinggi di benua ini, bernama Gunung Naga Melingkar dimana di puncak gunung tersebut terdapat beberapa pohon raksasa dengan cabang-cabang pohon yang berdiameter mencapai ratusan meter dan pada cabang-cabang pohon ini dijadikan semacam komplek hunian para penghuni Istana Kuno dan juga disebut bagian Istana Puncak.
Penguasa Benua Hu Zhao disebut juga Penguasa Istana Kuno dengan pemimpin bernama Zhao Wang Min, atau disebut Pemimpin Utama Zhao, dia didampingi oleh tetua-tetua utama dimana tetua ke-1 yang bernama Hu Sheng, terbunuh di Benua Merah oleh Han Eng, sedangkan Tetua ke-2 yang bernama Zhao Kwan, diampuni oleh Han Long di Benua Merah dan dibiarkan kembali ke Benua Hu Zhao.
Ada sembilan tetua yang mendampingi Pemimpin Utama Zhao, enam diantaranya menyebut diri Jenderal Besar dengan tingkat Kultivasi pada Raja Dewa ke-6 hingga Raja Dewa ke-7 sedangkan Tetua ke-3 bernama Hu Xie seorang wanita dengan perangai seperti iblis dibalik kecantikannya yang dingin dan memiliki tingkat kultivasi Raja Dewa ke-8 Awal.
Pada Istana Dasar Benua Hu Zhao terdapat sebuah Aula Besar dimana telah berkumpul sejumlah orang, para pemimpin tertinggi benua tersebut, terlihat Zhao Kwan dan Hu Xie sebagai tetua ke-2 dan ke-3, duduk mengapit sebuah kursi kosong yang sandarannya sangat tinggi dan letak tiga kursi utama itu berada di kepala meja pertemuan tersebut, sebuah meja yang terbuat dari batu lebar dengan permukaan yang masih kasar, konon meja ini bukan terbuat dari batu biasa tapi semacam batu bintang berwarna hijau kebiru-biruan.
Seorang anak kecil sepuluh tahunan memasuki ruangan dengan langkah angkuh dan sorot mata tajam tanpa emosi, dia adalah Cui Kun yang dikenal sebagai anak angkat Pemimpin Utama Zhao, kulitnya wajahnya pucat namun tidak terlihat sakit atau lelah.
Cui Kun sebetulnya adalah pasangan kultivasi dari Pemimpin Utama Zhao, sang pemimpin menyukai seorang bocah lelaki, jadi ketika keluarga Cui Man Ek, Meng Li dan putranya turut mengungsi ke benua ini sebetulnya mereka memasuki goa serigala, dimana Meng Li harus melayani Zhao Kwan sedangkan Cui Man Ek harus melayani Hu Xie dan Cui Kun menjadi pelayan Zhao Wang Min yang memiliki hasrat berbeda dalam orientasi libidonya, dia menyukai anak lelaki berusia delapan hingga lima belas tahunan, dapat dibayangkan penderitaan yang harus dialami oleh Cui Kun, dia harus melayani pria sebejat Zhao Wang Min, namun semua itu tidak nampak di permukaan, Cui Kun memiliki tekad yang teguh, dia seorang bocah lelaki yang memiliki kecerdasan tinggi, dia hanya menganggap bahwa ini adalah bagian dari proses dirinya menjadi kuat.
Cui Kun mendapat kepercayaan dari Zhao Wang Min, sehingga dari sekian anak lelaki yang melayani Pemimpin Utama Benua ini, hanya dalam waktu dua tahun, dia memperoleh Teknik Beladiri tingkat tinggi serta berbagai fasilitas lainnya dalam rangka meningkatkan kekuatan kultivasinya, dan sekarang Cui Kun sudah mencapai tingkat Manusia Dewa ke-5 yang jauh meninggalkan rekan-rekan sebayanya yang masih bergelut di ranah Manusia Dewa ke-1 atau pada puncak Manusia Suci.
Melihat bakat yang dimiliki oleh Cui Kun, Zhao Wang Min sangat sayang pada bocah lelaki ini, dan dia menyerahkan seluruh kebutuhannya diatur oleh Cui Kun, jadi walaupun Cui Kun memiliki status pelayan namun semua orang tahu bahwa anak ini adalah murid langsung dari sang Pemimpin Utama Zhao Wang Min.
”Guru berkenan hadir, harap semua tenang”, kata Cui Kun dengan nada mantap dan dingin.
Seketika suasana menjadi hening, mereka tahu bahwa sang pemimpin adalah seorang yang dingin dan kejam, mudah menjatuhkan hukuman tanpa bertanya bila dia memang tidak suka, seluruh orang pada ruang goa yang dijadikan aula pertemuan tidak pernah mengetahui tingkat kultivasi yang dimiliki Zhao Wang Min, yang mereka tahu, siapapun yang menentang kehendaknya langsung mati di tempat tanpa terlihat sang pemimpin mengerahkan energi kultivasinya, kekuatan yang misterius ini adalah kekuatan diatas Raja Dewa bagi mereka yang hadir.
Tiba-tiba ada tekanan udara pada ruang itu berubah, ada tekanan kuat yang menguasai semua orang, pertunjukan yang sengaja dilakukan oleh Pemimpin Utama Zhao dalam menjaga wibawa pada jajaran pembantunya agar mereka yakin bahwa dia adalah seorang pemimpin agung.
”Karena semua orang sudah hadir, mari kita mulai”, suara pria yang dalam dan kuat bergema di ruangan itu dan tiba-tiba sesosok tubuh tinggi besar dan kokoh, sudah duduk pada kursi yang diapit oleh Zhao Kwan dan Hu Xie.
”Hormat pada Yang Mulia Pemimpin kami…!
Hormat pada Yang Mulia Pemimpin kami….!
Hormat pada Yang Mulia Pemimpin kami…!”
Seru semua orang yang hadir, mereka serentak berdiri tidak terkecuali.
”Aku langsung saja pada pokok masalah, tetua Hu Sheng terbunuh oleh seseorang di Benua Merah, aku ingin membalaskan dendamnya, bahkan aku ingin kita semua membuat kerusakan tiga kali lipat pada mereka yang berani menyentuh orang-orang dari benua kita”, kata Pemimpin Zhao.
Mendengar hal itu, ada tarikan nafas panjang dari Hu Xie, karena Hu Sheng adalah kakak kandungnya, dia puas ada gerakan untuk membalas dendam kematian kakaknya, namun dia juga tahu bahwa insiden terbunuh sang kakak adalah lawan yang sangat kuat, melalui para agen dan pengikutnya yang kembali dari Benua Merah, lawan tersebut diperkirakan memiliki kekuatan diatas kultivator Raja Dewa.
“Pemimpin Utama, kalau hanya mengandalkan kekuatan kami, aku rasa kita hanya menyerahkan nyawa kita pada lawan, apakah kita akan secara membuta menyerang ke Benua Merah?”, kata Hu Xie, dia sengaja berbicara walaupun ada rasa segan di hatinya.
“Benar apa yang dikatakan oleh saudari Hu, kita harus mempersiapkan suatu rencana yang matang karena aku merasakan sendiri ketika aku masih berada disana, orang yang melawanku memiliki kekuatan yang sangat jauh di atas kekuatan milikku”, tambah Zhao Kwan.
“Maka dari itu, aku mengumpulkan kalian semua, apakah kalian pikir aku orang tua yang sudah pikun?”, jawab Zhao Wang Min menatap dua pembantunya di kiri dan kanannya dengan mata melotot.
“Perlu kita menyusun sebuah rencana besar dan terperinci, apakah ada diantara kalian yang hadir memberi usul atau saran?”, kata Zhao Wang MIn pada semua orang yang hadir.
Seorang Jendral Besar bernama Wu King berdiri dari tempat duduknya, lalu membungkuk pada Zhao Wang Min dan berucap,
“Pemimpin Utama, melalui orang-orang kita yang kita susupkan di setiap Benua, perlu kiranya aku menyampaikan beberapa informasi, mungkin ini berguna bagi rencana yang akan kita buat”, katanya.
“Bicaralah!”, kata Zhao Wang Min.
“Pertama, Penguasa Benua Merah sekarang bernama Ratu Coa Leng In yang memiliki tingkat Kultivasi di atas Raja Dewa ke-9 Puncak, dia sekarang didampingi oleh seorang pria bernama Han Long yang pada tahun-tahun sebelumnya membantu Ratu tersebut merebut kedudukan Penguasa Benua Merah.
Kedua, Ratu Benua Merah juga dibantu oleh seorang wanita bernama Han Eng yang membunuh Tetua Hu Sheng, dan wanita itu malah memiliki tingkat yang lebih kuat dibandingkan Ratu Penguasa Benua Merah, namun satu hal yang penting adalah ketiga orang ini berasal dari satu tempat yang sama yaitu Benua Chong Yang”, kata Jenderal Besar Wu King.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Wu King semua orang terdiam, informasi ini sebagian besar orang yang hadir sudah mengetahuinya namun informasi ketiganya berasal dari Benua yang sama adalah hal baru.
“Aku ingat bahwa salah satu pelayanku yang bernama Cui Man Ek berasal dari benua tersebut”, kata Hu Xie.
“Demikian juga aku memiliki pelayan wanita bernama Meng Li, bukankah dia sebenarnya adalah istri dari pelayanmu, adik Hu?, dan mereka berdua adalah orang tua dari murid Pemimpin Utama”, kata Zhao Kwan sambil matanya melirik pada bocah lelaki yang berada di belakang Zhao Wang Min dengan raut wajah tanpa emosi.
Zhao Wang Min mendengar ucapan para pembantunya,
“Panggil mereka berdua sekarang!” katanya.
Seorang yang memiliki kedudukan di bawah Jenderal besar keluar ruangan bermaksud memanggil Cui Man Ek dan Meng Li, namun dia terhenti seketika karena ada suara bocah lelaki yang bersuara,
“Ampun tuanku Pemimpin Utama, biarkan hamba turut serta memanggil orang tua hamba, mungkin dengan melihat kehadiran hamba, mereka berdua akan dapat hadir dengan sukarela dan tidak perlu memaksa mereka, agar kita semua dapat menyusun rencana lebih baik”, kata Cui Kun dengan wajah tanpa emosi, namun di kedalaman matanya ada kilat misterius yang tersembunyi.
“Baiklah, kau ikutlah dengan orang itu”, kata Zhao Wang Min pada Cui Kun, dan dengan langkah tenang Cui Kun beranjak dari posisinya, menghampiri orang yang hendak memanggil orang tuanya, sekalian dia ingin tahu keadaan sebenarnya dari orang tuanya tersebut.
Mereka yang berada di dalam aula pertemuan sepakat menunggu kehadiran Meng Li dan Cui Man Ek yang sedang dipanggil, sedangkan Cui Kun mengikuti orang bawahan Wu King dan tidak memerlukan waktu lama, Cui Kun sampai pada sebuah goa yang mirip dengan kandang hewan, dimana terdapat ratusan tahanan wanita yang dikurung di dalamnya.
“Yang bernama Meng Li harap berdiri dan menghampiri pintu keluar!”, kata seorang penjaga setelah mendapat informasi dari bawahan Wu King bahwa wanita bernama Meng Li dipanggil oleh Pemimpin Agung.
Seorang wanita berkulit tidak terlalu putih berdiri dan berjalan menghampiri pintu jeruji keluar,
“Aku Meng Li!”, katanya.
“Ibu bagaimana kabar ibu?”, kata Cui Kun sambil menatap wajah ibunya yang terlihat tidak terurus dan rambutnya acak-acakan.
“Putraku, kau baik-baik saja?, akupun tidak kekurangan sesuatu apapun”, jawab Meng Li menatap putranya, wajahnya pucat dan tatapan matanya redup.
Cui kun menatap tajam pada wajah ibunya, dia mengerahkan kontak jiwa pada Meng Li,
“Ibu dengarkan!, ada kemungkinan mereka memerlukan bantuan kita untuk hal Benua Chong Yang, buatlah kita semua keluar dari tempat terkutuk ini”, kata Cui Kun melalui kontak jiwa pada ibunya.
Meng Li sesaat terdiam dia belum mengerti akan maksud putranya, dia hanya menatap Cui Kun dengan sedikit mengernyitkan keningnya.
Ketiganya keluar dan berpindah tempat ke arah kamp pelayan pria yang letaknya lebih dalam dari ruangan yang tadi.
Sama halnya dengan kondisi tempat pertama tapi kondisi disini lebih buruk lagi, dengan proses seperti yang terjadi pada Meng Li, Cui Man Ek pun tampak keluar dari ruangan tersebut dan Cui Kun pun melakukan kontak dengan orang tuanya dan mereka pun akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh putra mereka.
Zhao Wang Min dan para petinggi penguasa Benua Hu Zhao menunggu dengan sabar, dan berikutnya masuklah penjaga yang tadi diperintahkan oleh Jendral Besar Wu King untuk menjemput Meng Li dan Cui Man Ek,
“Tuanku Yang Mulia Pemimpin Utama, para pelayan telah berada”, Katanya.
“Bawa masuk mereka”, Kata Zhao Wang Min, dia tidak melihat Cui Kun memasuki ruangan bersama penjaga tersebut.
Dan Tidak lama kemudian Meng Li, Cui Man Ek dan Cui Kun memasuki Aula Pertemuan tersebut, kini wajah Meng Li dan Cui Man Ek sedikit bercahaya dan tampak bersih, rupanya Cui Kun sempat membersihkan penampilan orang tuanya agar sedikit berbeda.
“Katakan padaku, apa yang kalian ketahui tentang Benua Chong Yang?”, kata Zhao Wang Min pada mereka.
“Tuanku Yang Mulia dan Utama, Benua itu adalah Benua kecil yang terletak paling timur, dan kalau tidak salah akan diadakan sebuah kontes penerimaan murid pada sebuah Sekte ternama di Benua itu, dimana Sekte yang dimaksud tersebut telah melahirkan sebuah kekuatan yang sekarang mendampingi Penguasa Benua Merah”, jawab Cui Man Ek mewakili istri dan anaknya.
Seorang Jendral Besar rekan dari Wu King yang bernama Tan Kui berdiri,
“Aha, aku ingat Pemimpin Agung, benar yang diucapkan oleh pelayan ini, dalam setiap lima tahun sekali akan ada penerimaan murid bagi Sekolah Beladiri Samudera Naga, dimana sekolah tersebut adalah bagian dari Sekte Samudera Naga”, katanya.
“Hmm, ini informasi yang cukup berarti, tapi apa hubungannya dengan rencana besar kita dalam upaya membalas kematian Hu Sheng?”, kata Zhao Wang Min.
“Pemimpin Utama, bukankah tadi dikatakan bahwa, yang sekarang menjadi Penguasa Benua Merah berasal dari Benua Chong Yang dan para pendampingnya berasal dari sekte yang sama, mungkin Sekte itu pun memiliki kedekatan dengan Penguasa tersebut”, kata Zhao Kwan.
“Aku juga berpikir yang sama, kita akan melancarkan serangan yang sangat merusak pada sekte tersebut dengan demikian perhatian Penguasa Benua Merah dan para Pendampingnya akan memperhatikan urusan kecil disana, padahal kita akan mengerahkan kekuatan kita yang sesungguhnya untuk menghancurkan Benua Merah, dengan kekuatan Pemimpin Utama, kita semua dapat mengalahkan dan membunuh musuh-musuh kita”, kata Hu Xie dengan semangat.
Zhao Wang Min berpikir dan dia belum menanggapi usulan dari para pembantunya.
“Cui Kun, apakah kau bermaksud melamar menjadi salah satu calon murid di sekte tersebut?”, tanyanya pada Cui Kun.
Dengan kecerdikan yang dimiliki oleh Cui Kun, pertanyaan ini sudah dia duga, dia mengatur ayahnya memberikan informasi tersebut, namun wajahnya masih tetap dingin tanpa reaksi, Cui Kun menatap para Petinggi Penguasa Benua,
“Aku berterima kasih menjadi murid dari yang Mulia Pemimpin Utama, tidak perlu aku lagi menjadi murid orang lain apalagi murid sebuah sekolah yang tidak berarti seperti itu”, jawabnya dengan mantap dan angkuh.
Mendengar jawaban muridnya, Zhao Wang Min sedikit berkerut pada keningnya, tadinya dia akan menemukan roman gembira pada wajah Cui Kun, namun anak itu tidak menunjukkan apa-apa.
“Kalau aku menugaskan dirimu untuk menyusup ke sekte tersebut, dan menggali informasi dari sana tentang kondisi musuh-musuh kita bagaimana?”, tanya Zhao Wang Min.
Dengan tenang Cui Kun menjawab,
“Perintah Guru adalah ibadah bagi murid, aku akan mengerahkan kemampuan yang terbaik bagi kejayaan guru”, jawabnya.
Mendengar uraian Cui Kun, ada seringai kepuasan yang tergambar di wajah para petinggi Benua Hu Zhao.
“Baik, kau kutugaskan untuk menjadi salah satu murid di sekte tersebut, dan semua hasil penyelidikanmu harus kau laporkan pada Tetua Hu Xie dan Jendral Tan Kui, inti penyelidikanmu adalah yang berhubungan dengan kekuatan dari sekte tersebut, dan siapa saja mereka di balik sekte kecil tersebut, urusan lainnya akan diselesaikan oleh Tetua Hu Xie dan Jendral Tan Kui”, perintah Zhao Wang Min.
Cui Kun tidak langsung merespon perintah tersebut, namun dia segera berlutut di depan semua orang dengan tubuh bersujud ke arah Zhao Wang Min, “Jika seandainya guru menyetujui, aku lebih baik didampingi oleh kedua orang tuaku juga, karena keduanya berasal dari benua itu, dan kedua orang tua ku mengenal betul seluk beluk serta budaya di Benua tersebut, dan biarkan aku menyusup sebagai sebuah keluarga yang normal, dimana ada ayah, ibu, kakek dan nenek, dengan demikian kita akan menggunakan marga yang sama untuk menghindari kecurigaan warga disana, karena rencana sebesar ini pasti akan menimbulkan masalah dimana akan mengundang kekuatan lain yang belum pernah kita duga”, kata Cui Kun memberikan pandangannya, dia berusaha mengatur ritme rencana agar dapat membawa serta kedua orang tuanya.
Ucapan cerdik yang disampaikan oleh Cui Kun dapat diterima oleh akal semua petinggi yang hadir termasuk Hu Xie dan Zhao Kwan, namun Zhao Wang Min masih tanpa reaksi.
“Pemimpin Utama, kalau tidak salah Benua Chong Yang Memiliki pelindung dari Benua Thian Agung, mungkin itu yang harus kita waspadai, karena kekuatan Benua Thian Agung lebih besar dari Benua Merah”, kata Zhao Kwan.
Mendengar ucapan itu, Zhao Wang Min mengangguk-angguk kepala, dia mengagumi kecerdasan muridnya yang baru sepuluh tahun tapi pandangannya sudah melebihi para petinggi yang membantunya, tadinya dia sedikit waspada, tapi setelah di konfirmasi oleh Zhao Kwan, sedikit keraguannya terhapus atas diri Cui Kun.
Setelah mendapat persetujuan dari Pemimpin Utama Zhao Wang Min, dibentuklah upaya penyusupan dengan berperan sebagai sebuah Keluarga yang terdiri dari lima orang yang memiliki marga keluarga dari Benua Chong Yang, dan terpilihlah marga Cui yang memang asli penduduk Benua Chong Yang yang terpencil, artinya yang merubah nama hanya Tan Kui menjadi Cui Tan Kui.