Di Gedung keluarga Wang, Aliong meninggalkan semua orang dengan acuh dan kembali ke dapur yang letaknya paling belakang, meninggalkan Cun Ek dan semua orang yang masih terkejut dengan perubahan peristiwa yang barusan terjadi.
Wang Jie dan Zhang Mei menangkupkan kedua tangan mereka, yang diikuti oleh para tetua lainnya menghampiri Cun Ek,
“Tuan Muda Cun, kami mengucapkan terima kasih atas pertolongan anda, keluarga kami sudah berhutang budi, jika tuan muda memiliki keinginan, kami yang rendah siap untuk membantu”, kata Wang Jie.
“Tuan-tuan bangsawan semua, apa maksud kalian?, aku tidak melakukan sesuatu yang luar biasa, aku tidak membunuh orang tua itu, juga aku hanya melakukan sesuatu yang wajar, karena anak itu yang menantangku, dan secara kebetulan aku dapat mengatasinya”, kata Cun Ek dengan muka jengah memerah menahan malu, sebetulnya dia juga heran kenapa dia dapat mengalahkan Cui Kun yang secara nyata memiliki dua tingkat kekuatan kultivasi di atasnya, kalau berbicara tentang teknik beladiri keduanya memiliki sumber yang sama.
Yang tidak diketahuinya adalah perbuatan Aliong yang sengaja mengunci kekuatan Cui Kun melalui kekuatan jiwanya, walaupun hanya sekejap, tapi itu dilakukan pada saat Cun Ek mengerahkan energi kultivasi pada puncaknya dalam posisi menyerang secara penuh pada tubuh Cui Kun.
Bagi Cun Ek, baru sekarang dia melihat sekian banyak orang yang menghormati dirinya seorang bocah sebelas tahunan dengan tulus.
“Mungkin bukan tuan muda yang melakukan, tetapi seseorang yang selalu berada di belakang tuan muda yang melakukannya, maafkan kami jika penerimaan dan perlakuan kami kurang berkenan, tolong sampaikan juga permintaan maaf kami pada beliau”, kata Zhang Mei di samping Wang Jie.
Cun Ek semakin bingung, siapa orang dibelakang dirinya, dia dan ibunya sudah lama berpisah, dan tidak mungkin ibunya dapat membunuh kultivator tingkat Raja Dewa ke-7 Lanjutan, karena dia tahu ibunya hanya kultivator tingkat Raja Dewa ke-3. mana mungkin ibunya yang mengeksekusi kultivator tingkat seperti itu.
Kepolosan cara berpikir Cun Ek sangat tergambar dari raut wajahnya, tapi semua itu tidak dipedulikan oleh Wang Jie dan tetua lainnya, berbeda dengan Zhang Mei yang memiliki sensitifitas lebih dalam dibandingkan suaminya,
“Tuan Muda Cun, sebaiknya kita kembali ke dalam, banyak orang diluar gerbang memperhatikan kita semua, keributan barusan memancing perhatian banyak orang, tapi itu lebih baik juga, agar tidak semua orang dapat menerobos tempat tinggal kita dengan sembrono”, kata salah satu tetua klan Wang.
Dengan serempak semua orang masuk ke dalam gedung, Wang Lin Sie dengan tatapan kagum terus-menerus melihat tubuh Cun Ek, untuk ukuran anak sekecil Cun Ek dapat mengeluarkan energi sedahsyat itu saja sudah membuat diri gadis kecil itu terperangah, ayah dan ibunya saja belum sampai pada tingkat seperti itu, artinya ada seorang tokoh yang menjadi guru Cun Ek yang sangat hebat dan memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi.
Tinggallah para pasukan penjaga yang membereskan sisa-sisa pertempuran dan membersihkan tempat yang tadi jadi arena pertempuran antara Cun Ek dan Cui Kun.
”Aliong…! Aliong…, dimana kau?”, teriak Cun Ek dari luar dapur.
”Aku di dapur, ada apa? Aku sedang sibuk”, jawab Aliong, dia sedang meracik bumbu masak, dimana kepala juru masak keluarga Wang ada di belakang dirinya.
Cun Ek masuk ke ruangan dapur yang cukup luas, tanpa memperdulikan yang lain, dia melanjutkan pertanyaannya,
”Aliong bagaimana kau tahu bahwa orang tua itu sudah mati?”, tanya Cun Ek, di belakangnya berdiri Wang Lin Sie yang mengikutinya.
”Karena dia sudah tidak bergerak saat kau dan lawanmu berkelahi’, jawab Aliong.
”Itu tidak perlu kau katakan kakak Aliong, maksudnya dari mana atau sejak kapan kau tahu bahwa orang itu sudah mati padahal sebelumnya orang itu dengan kekuatannya telah mengunci para Tetua kita?”, kata Wang Lin Sie menambahkan.
”Ooohhh…, kalau itu aku tidak tahu, tanya saja pada Cun Ek”, jawab Aliong, sambil tangannya sibuk memotong bahan-bahan makanan dan bumbu racikan.
”Tuan Kepala Dapur, setelah ini apalagi?”, tanya Aliong pada Juru masak keluarga Wang.
Juru Masak itu terbengong mendengar percakapan anak-anak ini, dia tahu bahwa di depan gedung ada keributan, dan Aliong sempat keluar tadi, dia bilang ingin melihat apa yang terjadi, dan kemudian dia tahu bahwa ada kultivator yang terbunuh di depan gedung tersebut yang katanya dibunuh oleh leluhur dari Cun Ek bocah yang sekarang malah bertanya pada saudara angkatnya yang dikenal manusia biasa tanpa kultivasi, dia makin bingung.
”Oh…eh.., kau kupas dan bersihkan daging itu !”, kata juru masak tersebut sempat tergagap.
Cun Ek dan Wang Lin Sie terlihat bingung,
”Tuan Muda dan Nona Muda, kurasa ada seorang kultivator tingkat tinggi di Benua Chong Yang ini yang ikut campur demi keamanan kita semua, sudah diketahui oleh semua orang bahwa disini banyak Naga tersembunyi yang melindungi kita sejak tokoh Sakti Han Long dan isterinya menjadi Penguasa Tertinggi Dunia ini”, jawab Juru Masak itu dengan dada terangkat, dia sebagai warga Kerajaan Chong Yang merasa bangga bahwa kultivator tertinggi itu berasal dari Benua ini.
”Kakak Cun Ek, aku sependapat dengan pak Tua tukang masak itu, itupun telah aku dengar dari orang-orang diluar sana”, jawab Wang Lin Sie yang mendukung pernyataan Juru Masak tersebut.
”Hmm, baiklah aku mengerti”, kata Cun Ek.
Kedua anak ini meninggalkan Aliong yang masih sibuk meracik dan memasak bahan makanan.
Sedangkan ditempat lain, Nenek Sian sedang melakukan kegiatan seperti biasanya, dengan menggunakan persepsi jiwanya dia mengikuti gerakan Meng Li yang membawa putranya keluar dari wilayah kerajaan Chong Yang.
Setelah dipastikan Meng Li pergi menjauhi tempat itu, Nenek Sian melakukan kontak jiwa pada cucunya,
”Liong er cucuku, setelah acara penerimaan murid di Sekolah Beladiri Samudera Naga, kita harus pindah, ada sesuatu yang menurutku tidak sederhana atas kejadian tadi”, kata Nenek Sian.
Aliong yang berada di dapur mengangkat wajahnya,
”Nek, aku hanya mengikuti rencana nenek”, jawab Aliong melalui persepsi jiwanya dengan melakukan kontak jiwa.
Meng Li membawa putranya ke arah utara dari Kerajaan Chong Yang, tapi dia tidak kembali ke daerah Taman Rahasia, dia mengarah pada saluran teleportasi antar benua di bagian utara, tujuannya adalah Benua Huang San, sebuah benua yang dikenal banyak pegunungannya dengan sedikit penghuninya.
Jarak tempuh perjalanan itu selama seminggu tanpa tunggangan hewan kuda kilin angin hanya dengan menggunakan kekuatan seorang kultivator Raja Dewa ke-1 Awal, walau sambil mengawal tubuh putranya, Meng Li sengaja menghindari pertemuan dengan orang lain.
Sedikit demi sedikit kekuatan Cui Kun pulih, walaupun belum sempurna, tapi dapat mempercepat perjalanan mereka berdua.
”Ibu, siapa sebenarnya ayahku?”, tanya Cui Kun yang masih penasaran akan ayah sejatinya.
”Sebenarnya ibumu ingin melupakannya, ayahmu sudah mati, dia yang kau panggil paman Coa Kun yang terluka dan akhirnya terbunuh oleh adiknya sendiri”, jawab Meng Li, wajahnya menerawang ke masa lalu.
”Paman Coa Kun?, artinya aku adalah bermarga Coa, tapi kenapa?, aku masih ingat bahwa ayahku ingin mati bersama dengan semua penghuni bawah tanah dengan meledakkan dirinya di Benua Merah, dia tidak melihat bahwa putranya juga ada disitu, apakah ayah tidak menghendaki diriku?”, kata Cui Kun makin penasaran.
”Aku tidak tahu, yang kutahu ayahmu adalah orang yang keras hati, dia sangat berambisi menjadi kuat, tapi dia selalu dikalahkan oleh adiknya sendiri sejak kecil, adiknya menuntut balas karena ayahmu membunuh kakek Coa King Hun ayah kandung mereka berdua, atas perintah Leluhur Kui Lok Mo penguasa sebelumnya dari Benua Merah”, kata Meng Li menerangkan.
”Jadi ayahku adalah Coa Kun, ayah tidak menghendaki kelahiranku, ayah model apa?”, kata Cui Kun, dia marah pada ayahnya, begitu lahir dia sudah diberikan pada Cui Man Ek orang lemah itu.
”Putraku, jangan kau melihat masa lalumu, fokus saja pada masa depan, juga jangan kau ditutupi oleh ambisi semata, gunakan juga akalmu, aku sebagai ibumu menaruh harapan besar bahwa kau akan menjadi kultivator tertinggi dan kuat, padaku ada teknik yang dulu miliki ayah kandungmu, kutemukan diruang ayahmu sebelum kita keluar dari Benua Merah, kau memiliki bakat yang lebih hebat dari ayahmu, ibu yakin akan hal itu, tetaplah berkultivasi! Dan jangan kau sesali masa lalu, kita berdua akan bangkit”, kata Meng Li meneguhkan hati putranya.
”Ha ha ha…!, ibu yang bijak ! Ha ha ha…, kau cocok dengan maksud kami, bagaimana kalau kalian mengkuti kami untuk menjadi kuat?”, sebuah suara yang mengelegar bergema di selitar mereka.
”Siapa? Siapa kalian…?”, kata Meng Li mencari ke segala arah, demikian juga dengan Cui Kun.
”Jangan takut, kami ada disini”, kata suara lainnya lagi yang lebih lembut, di depan Cui Kun dan Meng Li muncul tiga orang, dua wanita dan satu pria.
Pakaian mereka bertiga tampak aneh tidak seperti pakaian yang biasa dikenakan oleh para kultivator di benua ini, atau bahkan dunia ini.
”Hi hi hi…, anak kecil ini sangat cocok dengan kita, lihat tubuhnya sangat pas dengan tekstur dunia kita, saudari Ang, saudara Pek, kita tidak perlu melangkah jauh lagi, aku lelah mengelilingi dunia ini”, kata salah satu wanita di kelompok tiga orang ini, sorot matanya tajam dan dingin tidak sesuai dengan senyum ramah di bibirnya, kesannya jadi misterius susah ditebak apakah dia sedang senang atau marah, dia memakai jubah hitam dengan topi yang sangat tinggi di kepalanya, kulitnya putih pucat sangat kontras dengan pakaiannya yang serba hitam.
Sedangkan yang pria berpakaian serba putih, menggunakan topi tinggi juga, jubah yang dipakainya seperti rajutan bulu angsa, sangat tebal, berkulit sedikit gelap, dia memelihara janggut dan kumis berwarna putih seperti perak namun kulit wajahnya masih kencang dan segar seperti pria berumur dua puluh lima tahunan.
”Adik Hek benar, tubuh anak ini dapat kita sempurnakan, mungkin guru akan senang jika kita kembali karena dia dapat mewarisi energinya, dibandingkan kita bertiga”, kata pria berpakaian Putih itu.
Sedangkan yang wanita berpakaian serba Merah tidak merespon apapun, dia hanya melihat ke arah Meng Li.
”kalian berdua adalah pasangan ibu dan anak, kalian ditakdirkan untuk menjadi pewaris dari Sekte kami, terutama kau anak kecil, siapa nama kalian dan berapa umurmu?” tanya pria putih itu pada Cui Kun.
Meng Li dan Cui Kun sedikit bergetar badannya, mereka berdua merasakan tekanan yang berat dan udara disekitar mereka berfluktuasi ketika tiga orang ini muncul di depan mereka.
”Ibuku bernama Meng Li, aku Coa Cui Kun, umurku sebelas tahun”, jawab Cui Kun mewakili ibunya yang masih megap-megap, tekanan ini sebagian besar terarah pada Meng Li.
”Kalian berdua tidak dapat menolak takdir ini, kekuatan kalian tidak ada artinya, bahkan penguasa dunia ini bukan tandingan kami, kami para kultivator tingkat Kaisar Suci, aku tahu bahwa tingkat tertinggi dunia ini baru pada tingkat Mahadewa ke-1, tapi di dunia kami itu hanya tingkat menengah saja, seharusnya kalian beruntung bertemu dengan kami, karena kami akan membawa kalian ke Benua Huang San, bukankah itu tujuan kalian juga?” kata wanita berpakaian serba merah.
Baik Meng Li maupun Cui Kun hanya bisa menganggukan kepala mereka, karena percuma saja kalau harus melawan tingkat kultivasi Kaisar Suci, tingkat di atas Raja Dewa ke-9 Puncak, tingkat yang sangat jauh diatas mereka berdua.
”Kakak, adik ayo kita kembali! Aku sudah bosan tinggal di tempat kecil seperti ini, aku merasa seseorang mengawasi kita bertiga, rupanya di benua ini ada juga kultivator tingkat Kaisar Suci, kita harus ke Benua Huang San segera”, kata wanita serba merah lagi, dia merasa ada energi yang mengikuti Meng Li dan Coa Cui Kun.
”Kenapa harus takut dengan seorang kultivator Kaisar Suci, kita bertiga adalah tingkat Kaisar Suci”, jawab Wanita berpakaian serba Hitam.
”Kita harus segera pergi, aku mengerti maksud adik Ang, rencana besar kita belum terwujud, jangan karena masalah sekecil ini merusak tujuan besar guru Han Cui Keng, kita tidak akan sanggup menghadapi kemarahan guru”, kata Pria berpakaian putih itu.
Karena usul wanita berpakaian merah itu dikalahkan oleh dua pendapat dari saudara-saudaranya, dia pun mengalah.
Setelah itu Meng Li dan Coa Cui Kun dengan patuh mengikuti tiga kultivator yang berpakaian aneh tersebut ke terminal teleportasi antar benua, disana mereka membayar jasa teleportasi yang sangat mahal bagi kultivator biasa, bahkan jika Meng Li harus mengeluarkan sejumlah biaya, mungkin seketika itu juga dana yang dimiliki langsung habis, namun berbeda dengan tiga orang aneh tersebut, dengan ringan dia mengeluarkan biaya yang sepertinya tidak berarti.
Siapakah mereka bertiga ini? Mereka berasal dari dimensi dunia lain, dunia mereka dikenal dengan sebutan Dunia Dewa Surga.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki tingkat kultivasi tertinggi di seluruh Galaksi.
Di Dunia Dewa Surga, seorang anak yang ditakdirkan dapat berkultivasi, begitu lahir sudah berada di tingkat Manusia Dewa, sebaliknya bagi seorang anak atau bayi yang lahir tanpa ada tanda-tanda kekuatan kultivasi Manusia Dewa atau di bawahnya, maka orang tua atau klan keluarga mereka akan menyingkirkan anak tersebut, karena bagi mereka itu adalah aib yang sangat memalukan
Namun beberapa ratus tahun lalu, semua tatanan dan sistem itu dihancurkan oleh kemunculan seorang wanita muda cantik, Kultivator Tingkat Mahadewa, dia menyebut dirinya Putri Surga Han Cui Eng, dia menuntut balas pada klannya sendiri karena membuang orang tuanya ke dimensi dunia lain, di luar Dunia Dewa Surga.
Dengan kekuatannya dia berhasil menyingkirkan para tetua klan Han di Dunia Dewa Surga yang memiliki tingkat tertinggi yaitu para kultivator Mahadewa Tingkat 5 dan membunuhnya, sedangkan beberapa pengikutnya tercerai berai, ada sebagian yang diampuni oleh wanita tersebut.
Wanita itu ternyata sudah mencapai kultivasi Mahadewa Tingkat 6 hingga dia dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya, dimana pada saat itu tingkatan tersebut diyakini tidak ada, artinya kultivasi Mahadewa Tingkat 6 adalah keberadaan kultivasi mitos.
Namun kenyataannya wanita yang bernama Han Cui Eng ini malah sekarang adalah Kultivator Mahadewa Tingkat 7 artinya perkembangan dirinya masih melaju lebih tinggi lagi.
Dikabarkan sebelumnya, wanita itu adalah anak yang terbuang karena dia waktu lahir hanya memiliki tingkat Manusia Suci, bersama dengan kedua orang tuanya dan beberapa saudara dekat dari orang tuanya, mereka dibuang ke dimensi dunia lain di luar Dunia Dewa Surga.
Banyak klan keluarga lain di Dunia Dewa Surga ingin mengetahui rahasia wanita tersebut, mereka khawatir akan hegemoni klan Han yang sekarang dipimpin oleh wanita tersebut.
Mereka ingin tahu, apa nama dunia yang menjadi tempat saat wanita itu di buang? Mereka meyakini bahwa dunia tempat pembuangan itulah kuncinya, hingga wanita bernama Han Cui Eng memiliki perubahan konstitusi tubuh dan mencapai tingkat kultivasi sekarang ini.
Ada dua tetua dari klan Han dari Dunia Dewa Surga yang melarikan diri dari pengejaran dan pembunuhan yang dilakukan oleh Han Cui Eng, mereka berdua berhasil meloloskan diri dengan luka yang sangat parah, dibantu dengan murid-muridnya mereka melakukan teleportasi dunia lain, mereka berdua tahu koordinat dunia tempat keluarga Han Cui Eng dibuang, karena mereka berdualah operator yang mengirim keluarga Han Cui Eng tersebut, dan nama dunia itu disebut Dunia Sembilan Benua atau Dunia Merah Biru.
Dengan membawa tiga muridnya, para kultivator Kaisar Suci Lanjutan, Han Cui Keng dan Han Cui Beng mendarat di Benua Huang San, titik koordinat yang dipasangnya tidak akurat tidak sesuai dengan pendaratan saat keluarga dari orang tua Han Cui Eng mendarat, karena pada saat mereka berdua mengirim keluarga orang tua Han Cui Eng sebetulnya adalah titik koordinat asal saja, karena memang itu bertujuan untuk mengirim keluarga tersebut pada kematian
Di Benua Huang San mereka secara sembunyi membangun kekuatan mereka, mereka berdua tidak berani secara terang-terangan untuk menguasai Dunia Sembilan Benua atau Benua Merah Biru dimana rahasia kebangkitan Han Cui Eng di dunia ini masih misteri bagi mereka berdua.
Dan pula mereka tahu ada kekuatan dari dimensi dunia lain yaitu Dunia Kabut Putih asal dari Leluhur Thian Han Ong, Kui Lok Mo dan Bu Ling Moy yang sudah mengetahui rahasia Benua ini.
Terutama Bu Ling Moy Penguasa Benua Ketiga bersama suaminya Han Long, yang ternyata memiliki konstitusi seperti Han Cui Eng yang ditakuti oleh mereka berdua.
Han Cui Beng dan Han Cui Keng masih dalam kondisi terluka yang mengakibatkan penurunan tingkat kultivasi, dari Kultivasi Mahadewa Tingkat 4 malah merosot ke Mahadewa tingkat 3
Berulang kali mereka berdua memerintahkan ketiga muridnya untuk bergerak secara sembunyi, karena ketakutan mereka tidak semata pada kekuatan Penguasa Benua Ketiga tetapi pada leluhur klan Han yang sedang berkembang di dunia ini, dimana jika terjadi sesuatu pada klan tersebut akan menarik perhatian musuh yang sangat ditakutinya yaitu Wanita Putri Surga Han Cui Eng dari Dunia Dewa Surga