”Ayah, seorang kultivator tingkat Raja Dewa ke-7 ditemukan mati di muka gerbang Gedung Klan Wang dari Benua Khui Ning”, kata Chin Hong pada ayahnya di Manor Buana Nirwana.
”Aku sudah mendengarnya, itulah mengapa tempo hari aku sengaja melarang orang-orang kita memprovokasi siapapun di Kerajaan Chong Yang, bayangkan olehmu, tingkat yang seharusnya dapat menguasai tiga benua sekaligus dapat mati seperti orang menyembelih hewan ternak, dan ini juga peringatan bagimu Hong er!” kata ayahnya, Chin Chung.
”Ayah, aku belum mengerti tingkatan kultivasi itu?” kata Chin Hong lagi.
Ayahnya hanya menghela nafas panjang, lalu katanya,
”Kau hanya tingkat Imajinasi Roh ke-3, pada generasimu kau termasuk berbakat bahkan di tiga Benua Chong Yang, Khui Ning dan Eng Hian, tapi tingkatan itu tidak ada artinya ketika kau bersaing dengan penghuni enam benua lainnya, bahkan aku mendengar bahwa di tiga Benua Misterius yaitu Thian Agung, Benua Merah dan Benua Ketiga, bayi baru lahir disana sudah mencapai Tingkat Manusia Suci, artinya kekuatan seorang raja di benua ini akan ketakutan pada seorang bayi yang lahir di sana, karena para Raja disini hanya tingkat Insan Raja ke-1 hingga ke-9, dan para tetua atau ketua sekte pun akan gemetaran menghadapi anak remaja belasan tahun dari tiga Benua misterius tersebut, karena para anak remaja disana rata-rata telah mencapai tingkat Manusia Dewa ke-1 Awal, sedangkan para ketua sekte hanya tingkat Manusia Suci ke-1 sampai ke-9”, jawab Chin Chung menjelaskan pada putrinya.
”Lalu tingkat Raja Dewa itu ada di tingkat apa?”, tanya kembali Chin Hong.
Chin Chung kembali merenung, karena pertanyaan putrinya adalah tingkatan yang hanya dapat dicapai dalam mimpi bagi para penduduk di Benua Khui Ning, Chong Yang dan Eng Hian.
”Itu adalah tingkat diatas Manusia Dewa, di atasnya lagi ada tingkat Kaisar Suci dan Kaisar Dewa, selebihnya aku tidak tahu, yang kutahu ada seorang pemuda dan dua istrinya adalah kultivator Kaisar Suci bahkan mungkin lebih, kau tahu mengapa Kerajaan Chong Yang ini menjadi daya tarik para Kultivator di dua benua lainnya, karena Han Long pemuda itu dengan dua istrinya lahir dari sebuah kota yang bernama Kota Yang In, yang letaknya sebelah timur Kerajaan Chong Yang. Dan di kota kecil itu ada klan keluarga Han yang murni Ras Manusia, tapi yang menarik pemimpin klan Han yang bernama Han Wo dan istrinya adalah kultivator Raja Dewa, dia juga merangkap sebagai Penasehat Raja Kerajaan Chong Yang ini”, kata Chin Chung kembali.
”Apakah bakat klan Han sedemikian jenius, mereka dilahirkan sama dengan kita tanpa energi kultivasi, dan mereka memulai dari dasar, yaitu kekuatan Daging, kekuatan Jiwa lalu melangkah ke tingkat Imajinasi Roh dan seterusnya, tapi para kultivator klan Han itu dengan cepat dapat mencapai tingkatan Raja Dewa padahal usia mereka masih terlalu muda, bahkan belum mencapai usia lima puluh tahun”, kata Chin Hong seperti bergumam pada dirinya sendiri.
”Para kultivator, dapat meningkatkan kekuatannya selain terus berkultivasi dan berusaha keras, yaitu beberapa faktor penentu lainnya, konstitusi tubuh yang istimewa, kejeniusan dan bakat, dan satu hal yang lebih penting adalah keberuntungan”, kata Chin Chung lagi.
”Ayah, lalu kenapa ayah berusaha keras agar aku dapat diterima di Sekolah Beladiri Samudera Naga ini?”, tanya Chin Hong lagi.
”Putriku, perlu kau ketahui, beberapa tahun lalu ada seorang gadis yang bernama Han Eng yang menjadi Murid Dalam di Sekolah Beladiri Samudera Naga ini, dialah kini yang menjadi istri pemuda Han Long itu, dan satu hal lagi, guru Han Eng yaitu seorang wanita bernama Phang Cui Lin, seorang diri membunuh para kultivator tingkat tinggi dari kerajaan Ming Lan yang kini menjadi kerajaan boneka dari Kerajaan Chong Yang ini, semua orang berharap keturunan mereka menemukan faktor keberuntungan itu dengan menjadi murid di Sekolah Beladiri Samudera Naga, kau mengerti?” tambah Chin Chung.
Cerita tentang wanita bernama Phang Cui Lin membunuh para kultivator kerajaan Ming Lan, telah menembus keluar Benua Chong Yang dan menyebar ke Benua tetangga lainnya dan Chin Hong telah mengetahui sebelumnya tentang prahara yang menimpa Kerajaan Ming Lan yang berani menyerang Kerajaan Chong Yang.
Secara tidak sadar, Chin Hong mengangguk-anggukan kepalanya, ayahnya berharap pada dirinya agar menemukan keberuntungan dengan mengikuti jejak seorang gadis bernama Han Eng, dan itu pula yang menjadi harapan semua orang tua yang memiliki putra dan putri untuk dapat diterima di Sekolah Beladiri Samudera Naga yang akan dibuka sekitar dua bulan ke depan.
Percakapan putri dan ayah itu merupakan percakapan yang sering terjadi di setiap klan keluarga atau sekte-sekte kecil di Benua Chong Yang, dan menyebar luas ke benua tetangga, harapan untuk memperbaiki kehidupan dan menaikkan derajat status sosial dikalangan masyarakat wajar terjadi, secara umum Kerajaan Chong Yang yang dulu merupakan kerajaan tidak berarti kini berubah dengan beberapa pembantu yang memiliki tingkat kultivasi Raja Dewa.
Nama Han Wo dan istrinya An Ling, An Wu Hong dan Yap Ing dua pasangan kultivasi dibalik kekuatan Raja Duan Leng yang sekarang memerintah Kerajaan Chong Yang, disegani oleh kerajaan-kerajaan di dua benua tetangga lainnya, belum lagi mereka mendengar ada kekuatan lain yang selalu mengawal kekuatan Raja Duan yaitu perlindungan dari anggota Dewan Keadilan Tertinggi Benua Thian Agung karena adik bungsu mereka menikah dengan seorang kultivator Raja Dewa tingkat tinggi bernama Han Chen Tiong yang ternyata adik dari Kultivator Besar Han Long.
Saat ini, Chen Mey Wa berkultivasi dengan sangat keras dan pahit dibawah bimbingan Phang Cui Lin, kini gadis kecil ini berumur sepuluh tahun, tingkat pencapaiannya telah sampai pada Imajinasi Roh ke-4 Awal, tingkat yang sudah melewati tingkat kakaknya Chen Souw.
”Bagaimana dengan nasib kakak Souw?, aku telah melampaui tingkat kakak Souw, mudah-mudahan sifat kakak berubah”, katanya dalam hati, dia menghentikan kultivasinya karena waktu ini dia diminta oleh gurunya untuk membantu mempersiapkan ujian seleksi penerimaan siswa Sekolah Beladiri Samudera Naga, dia mewakili gurunya, karena tingkat kultivasi dirinya adalah rata-rata yang dimiliki oleh status para Murid Luar Sekolah Beladiri Samudera Naga.
Waktupun berlalu dengan cepat, hari pembukaan seleksi akan tiba dua hari kedepan, Kotaraja Chong Yang penuh sesak, semua tempat penginapan telah penuh bahkan sebagian rumah penduduk dijadikan tempat penginapan mendadak, karena peminat datang dari dua benua lainnya, selain Benua Chong Yang.
Di kepadatan salah satu jalan raya kotaraja Chong Yang yang dipenuhi oleh pejalan kaki, terlihat tiga bocah berjalan dengan lincah, mereka adalah Aliong, Cun Ek dan Wang Lin Sie.
Hari ini mereka sengaja keluar dari gerbang utama Gedung Wang dan Wang Jie mengijinkan ketiganya keluar karena dia percaya kalau Cun Ek akan melindungi putrinya, mereka hanya sekedar menikmati keramaian kota dan sudah jenuh berada di dalam komplek hunian keluarga Wang yang terkurung didalam gerbang gedung, terutama Wang Lin Sie yang bosan dengan latihan dan berkultivasi.
”Kakak Cun Ek, dari sini kita akan kemana lagi?”, tanya Wang Lin Sie pada Cun Ek, ada perbedaan sikap Wang Lin Sie pada dua teman lelakinya, dia lebih mempercayai dirinya pada Cun Ek, karena dia melihat Aliong tidak dapat diandalkan dalam hal kekuatan, malah jika dia dan Cun Ek berlatih, Aliong akan pergi ke dapur atau ke tempat Nenek Sian untuk menemani sang Nenek.
”Kemana saja kaki ini melangkah, Aliong kemana kita setelah ini?” kata Cun Ek sambil menoleh pada Aliong.
”Ke rumah makan terenak, di sebelah barat jalan ini, ada rumah makan terlezat”, jawab Aliong cepat.
”Apakah di otakmu hanya ada makanan? Apakah tidak ada hal lainnya?” cela Wang Lin Sie.
”Oh ada adik Lin Sie, bahkan banyak yang kupikirkan, tapi sayang dengan otakku kalau semua harus dipikirkan, nanti aku cepat dewasa dan tua, sebaiknya aku harus hemat dengan pikiranku, dan sekarang aku sedang memikirkan makanan enak” jawab Aliong dengan polos.
Cun Ek tersenyum, dia tahu bahwa saudara angkatnya kalau sudah bicara tentang makanan lezat semua hal diabaikan,
”Mari kita buktikan makanan di Rumah Makan itu, apakah sesuai dengan beritanya” kata Cun Ek, kalau sudah begini, Wang Lin Sie langsung setuju dan mengikuti mereka berdua.
Rumah makan di sebelah barat jalan raya kerajaan Chong Yang memang terkenal dengan menu makanannya, hari ini adalah hari terpadat di rumah makan tersebut, banyak tamu yang sudah memenuhi kursi yang tersedia.
Seorang wanita 30 tahunan duduk seorang diri, wajahnya termasuk cantik, tapi ditutupi sinar mata yang dingin hingga menimbulkan kesan membunuh, dan tidak sembarang pria iseng yang berani mendekati wanita seperti ini, dia adalah Hu Xie seorang tokoh dari Benua Barbar Kuno, kultivator tingkat Raja Dewa ke-8.
Kehadiran Hu Xie dalam rangka menyelidiki kelompoknya yang tidak kunjung kembali ke Taman Rahasia, dimana markas kecil mereka berada di Benua Chong Yang.
Dalam perjalanannya dia mendengar seorang kultivator tingkat tinggi terbunuh di depan Gerbang Gedung kediaman Keluarga Wang dari Benua Khui Ning, hal ini sangat mengganggunya, karena ciri-ciri identitas kultivator itu seperti Jendral Besar Tan Kui.
Jika hal itu benar maka betapa angkernya Gedung kediaman Keluarga Wang tersebut yang sanggup membunuh seorang kultivator Raja Dewa ke-7, padahal sebelumnya jangankan bicara tentang Gedung klan Keluarga Wang, bahkan seluruh Benua Chong Yang ini tidak ada yang sanggup menghadapi kultivator tingkat Raja Dewa ke-4 apalagi ini seorang kultivator Raja Dewa ke-7 yang konon terbunuh tanpa perlawanan sedikitpun.
Telah dua bulan kelompok Tan Kui berangkat dan tidak ada kabar apapun, dia pun pergi, keluar dari Taman rahasia dan dalam perjalanannya dia mendengar kabar bahwa seorang kultivator Raja Dewa terbunuh di depan Gerbang Klan keluarga Wang, dia ingin menyelidiki berita tersebut namun dia harus berhati-hati, keangkeran Kerajaan Chong Yang telah dibuktikan bahwa kultivator setingkat Raja Dewa dapat terbunuh dengan sia-sia di tempat terpencil seperti ini dan berita itu bukan sekedar omong kosong belaka.
Hu Xie telah berada di Rumah Makan Itu sekitar setengah jam yang lalu, bagi seorang kultivator seperti dirinya, makanan jasmani tidak diperlukan namun dia membutuhkan informasi tentang orang-orangnya, dan demi mendengar informasi apapun yang beredar untuk kebutuhan penyelidikannya, tempat seperti ini adalah sasaran yang tepat.
Akhirnya dalam diri Hu Xie yakin bahwa, Tan Kui telah terbunuh, tapi penyebab kematian orangnya tersebut masih kabur, dia ingin mencari keberadaan Meng Li dan kawan-kawan, namun ketiga orang ini seperti ditelan bumi, raib begitu saja.
Tiga orang anak remaja memasuki Rumah Makan tersebut salah satu diantara mereka adalah seorang bocah perempuan, bagi pengunjung yang lain penampilan tiga bocah ini tidak menarik perhatian tetapi bagi Hu Xie yang memiliki persepsi jiwa tingkat tinggi keberadaan bocah-bocah ini sangat berarti terutama terhadap salah satu bocah lelaki yang memiliki tanda pada kulit lehernya yang bersisik seperti kulit ular.
“Bocah ini sudah mencapai tingkat Manusia Dewa, apakah ada seorang tokoh kultivator tingkat tinggi dibalik bocah-bocah ini?”, pikir Hu Xie dalam hati.
Bocah perempuan yang berjalan mengikuti dua rekan lelakinya bersuara,
“Kakak Cun Ek, apakah kalian akan makan disini?”, tanya Wang Lin Sie.
“Kita lihat selera dari Aliong, dia kalau sudah berbicara tentang makanan, tidak akan ada yang dilewatkan, berapapun banyaknya makanan itu akan dihabiskan”, kata Cun Ek.
Aliong yang mendengarkan pembicaraan para sahabatnya hanya melirik dan tersenyum, namun ketika mereka sedang mencari-cari sebuah meja yang kosong tidak ada satupun meja yang tersedia, semua sudah terisi penuh oleh para pengunjung.
“Apakah tuan tidak keberatan jika kami menumpang duduk di meja anda tuan?” tanya Aliong pada sebuah meja yang terisi oleh seorang pria tiga puluh tahunan dengan seorang gadis remaja dua belas tahunan yang sedang menikmati hidangan.
Pria itu sedikit terkejut bahwa ada yang menghampiri mereka berdua, dia bersama dengan putrinya, dia melihat bahwa yang menghampiri mereka hanya ada tiga orang bocah saja, namun pria ini sedikit terkejut melihat ke arah Cun Ek, terjadi perubahan raut wajahnya, walau hanya sejenak namun itu tidak luput dari mata Aliong.
“Oh, silahkan, Hong er bergeser sedikit, biarkan kawan-kawanmu itu bergabung dengan kita”, kata Pria tersebut yang ternyata adalah Chin Chung.
Chin Hong sedikit mengerutkan keningnya, tapi dia tidak berucap apapun, karena dia melihat tatapan mata ayahnya dan dia menangkap sebuah tanda dari mata ayahnya, dia pun mengangguk dan mempersilahkan ketiga bocah itu mengambil tempat duduk di sekitar meja tersebut.
“Pelayan, berikan daftar menu makanan pada kawan-kawan putriku ini!” kata Chin Chung lagi seraya tangannya menggapai memanggil pelayan yang ada di seberangnya.
Aliong tanpa sungkan langsung melihat daftar menu yang disodorkan pelayan tersebut, dengan lancar dan tanpa berpikir dua kali Aliong langsung saja menyebutkan beberapa makanan yang terlihat mewah dan sangat lezat.
Sejumlah makanan yang disebutkan oleh Aliong disebutkan dan jumlahnya cukup banyak, Wang Lin Sie sedikit terkejut mendengar beberapa porsi makanan yang disebutkan oleh Aliong, dan dia tidak mengira kalau makanan yang dipesan oleh sahabatnya itu sangat banyak, dan pelayan pun berlalu dengan senyum di bibir, karena makanan yang dipesan oleh Aliong itu sangat mahal dan jumlahnya cukup beragam dan banyak, di dalam hatinya dia akan menerima bonus dari hasil pelayanannya.
“Maaf tuan, kami baru datang, mengapa tuan menyebutkan bahwa kami adalah kawan dari putrimu?” tanya Cun Ek setelah mereka diam sejenak karena mendengarkan Aliong memesan ragam makanan.
“Oh, karena usia kalian sebaya dengan putriku, lagi pula aku juga ingin putriku berkawan dengan kalian bertiga, kenalkan aku bernama Chin Chung dan ini putriku Chin Hong”, kata Chin Chung sambil tersenyum ramah pada mereka bertiga.
Aliong melihat semua itu, dan dia pun tersenyum sambil berucap,
“Terima kasih paman, aku Aliong dan ini saudara angkatku Cun Ek dan saudari kami Wang Lin Sie”, kata Aliong dengan polos dan senyum dibibir.
Chin Hong melihat ke arah Wang Lin Sie, dia pun berucap,
“Apakah saudari ini dari klan keluarga Wang dari Gedung Wang?”, tanya Chin Hong pada Wang Lin Sie.
“Tepat sekali dia adalah putri klan Wang dari klan Keluarga Wang dari Benua Khui Ning”, kata Cun Ek dengan bangga memperkenalkan sahabatnya pada Chin Hong dan Chin Chung.
Mendengar penyebutan yang disuarakan oleh Cun Ek, pasangan ayah dan putrinya itu terkejut,
“Apakah kalian menyaksikan kematian seorang kultivator tingkat Raja Dewa di depan gerbang Wang tersebut beberapa hari yang lalu?”, tanya Chin Chung pada Cun Ek.
“Ya, orang itu sangat kurang ajar, dengan sombong ingin merebut gedung tempat kami, namun dia tidak tahu akan keangkeran kerajaan Chong Yang ini, beberapa tokoh pelindung kerajaan ini memiliki persahabatan dengan klan keluarga kami, sehingga dia terbunuh saat dia mau beraksi melumpuhkan kami semua”, jawab Wang Lin Sie dengan bangga.
Chin Chung sangat terkejut bahwa ada informasi seperti ini yang belum diketahuinya, bahwa ada beberapa tokoh pelindung Kerajaan Chong Yang yang memiliki hubungan dengan klan keluarga Wang, dulu dia pernah mendapatkan cerita bahwa Raja Chen ke-2 dari Kerajaan Dunia Biru yang sekarang berkuasa, memiliki hubungan dengan beberapa tokoh muda Benua Khui Ning bahkan permaisuri yang sekarang adalah dulunya seorang tokoh muda saat itu dari benua Khui Ning tersebut, bahkan memiliki kedekatan dengan tokoh muda yang sekarang menjadi kultivator tingkat tertinggi di seluruh Dunia Sembilan Benua ini dimana pemuda itu bernama Han Long.
Dan pada kenyataannya sampai saat ini kerajaan Dunia Biru berseteru dengan Kerajaan Buana Nirwana, kerajaan klan keluarga Chin Chung.
“Nona Muda Wang, apakah orang tuamu bernama Wang Jie dan Zhang Mei?” tanya Chin Chung lagi.
“Paman menebak dengan benar, nama itu adalah nama orang tuaku, apakah paman mengenal kedua orang tuaku?” tanya balik Wang Lin Sie, matanya menatap dengan tajam pada Chin Chung dan Chin Hong.
“Maaf, justru aku ingin bersahabat dengan kedua orang tuamu, sebetulnya kalau tidak melihat urusan dua kerajaan di Benua Eng Hian aku ingin sekali bersahabat dengan kedua orang tuamu, aku dari Kerajaan Buana Nirwana”, kata Chin Chung dengan tertunduk lesu.
“Ayah, urusan kerajaan tidak bisa mengatur urusan pribadi kita, aku ingin menjalin persahabatan dengan anak perempuan ini dan dua kawannya”, kata Chin Hong menatap ayahnya.
“Akupun setuju dengan pemikiran Nona Chin Hong ini, apa hubungannya persahabatan kita dengan urusan dua kerajaan, kita masih anak-anak, kenapa harus diracuni oleh urusan serumit itu? apalagi paman bersikap terus terang bahwa dirinya berasal dari kerajaan Buana Nirwana”, kata Aliong dengan tersenyum kocak.
Ada rasa lega yang berkembang di dada Chin Chung, minimal dia dan putrinya tidak membuat persoalan dengan salah satu pendukung Kerajaan Dunia Biru, keluarga Wang dari Benua Khui Ning, malah dengan kesempatan ini dia dan putrinya memiliki hubungan dengan salah satu pendukung klan ternama dari Benua tersebut yang diketahuinya memiliki Penguasa Benua dengan tingkat kultivasi Raja Dewa ke-4, yang sangat jauh dari kekuatan yang dimiliki oleh Keluarga Kerajaan Buana Nirwana.
Tidak ada yang memperhatikan percakapan di meja Chin Chung tersebut kecuali satu wanita yang berwajah dingin, di matanya ada bara api, dia kini mengerti bahwa jenderal besarnya telah terbunuh di depan gerbang klan keluarga Wang dimana kini salah satu keturunannya berada tepat di depannya.
Hu Xie menatap tajam pada wajah Wang Lin Sie, ada dendam membara di hatinya, dia harus menemukan cara membalas kematian jenderal besarnya, namun dia harus waspada, karena ternyata klan keluarga Wang ada pelindung yang sangat kuat, seorang kultivator tingkat tinggi.