Delapan tahun berlalu, Han Wi Liong terus berlatih dengan teknik jiwa ciptaannya secara diam-diam, dan secara pasti pula dia menyempurnakan teknik tersebut dalam setiap tingkatannya, kini dia telah menguasai seluruh teknik jiwa itu pada tingkatan yang berjumlah sembilan tingkat tersebut.
Seiring waktu dan penguasaan terhadap teknik jiwa itu, Han Wi Liong tanpa terasa telah membuka titik akupuntur dalam tubuhnya yang dikunci oleh Souw In, justru membuka setiap beberapa titik akupuntur pada tubuhnya ini menandakan setiap peningkatan penguasaan teknik jiwa tersebut.
Maka makin deraslah energi kultivasi yang menerobos di dalam setiap pembuluh darah di tubuhnya dan hal ini membuat peningkatan kekuatan pada dirinya yang entah sudah tingkat apa, yang jelas tingkat kultivasi miliknya bukan lagi sekedar seorang Raja Dewa, Han Wi Liong tidak begitu memikirkan peningkatan kultivasi dirinya, dia hanya memperdulikan bahwa kekuatan Energi itu tidak menyakiti tubuh dan jiwanya, yang dia rasakan bahwa persepsi jiwanya semakin luas, dia dapat mendeteksi seluruh pergerakan setiap makhluk yang bergerak pada seluruh Dunia Putih dan hal ini sangat menggembirakan hatinya namun demikian dia tidak pernah berbicara pada siapapun di Benua Bintang Dimensi Dunia Putih.
Di tempat lain, Pangeran Kang menemui Putri Souw,
”Adik Meng Wi, hari ini sesuai perjanjian yang dilakukan oleh para orang tua kita sepuluh tahun lalu, maka aku akan berterus terang padamu, bahwa aku berniat menikahi dirimu”, katanya.
Souw Meng Wi terkejut mendengar perkataan Kang Houw,
”Sebentar kakak Houw, aku baru mendengar akan hal ini dan itu justru darimu, ayah tidak pernah membicarakan hal sepenting ini denganku, aku harus menanyakan hal itu padanya”, kata Souw Meng Wi dengan wajah semburat merah, entah malu atau geram tidak dapat ditebak, yang jelas bagi Kang Houw wajah Putri Souw ini sangat jelita di matanya.
”Yang kutahu dari pihak keluargaku, perjanjian ini memang dirahasiakan, aku pun tahu setelah aku ditempatkan di istana Kabut Putih ini delapan tahun lalu, namun baru aku mengatakan sekarang karena kita sekarang bukan anak remaja lagi, dan aku menahan diri selama ini demi hubungan baik yang terjalin antara dua klan keluarga yang menguasai masing-masing benua di Dunia Putih”, kata Kang Houw.
”Pangeran Kang, aku memahami maksudmu, tapi aku tidak ingin membahas ini bersamamu terlalu jauh, aku harus menanyakan kepada ayahku dan tetua lainnya, mengapa mereka menyembunyikan hal yang penting bagi masa depan diriku justru dari diriku sendiri”, balas Souw Meng Wi.
”Dinda Meng Wi, kenapa kau merubah panggilanmu pada diriku?, aku biasa mendengar kau menyebutku kakak Houw”, tanya Kang Houw dengan suara lembut, namun nada lembut yang dikeluarkan oleh Kang Houw jadi terdengar aneh dan asing di telinga Souw Meng Wi, karena Souw Meng Wi tidak pernah menaruh hati pada pangeran klan Kang ini.
”Maaf Pangeran Kang, setelah kau membuka rahasia persahabatan antara klan kita dengan menjalin perjodohan ini, terlalu mengejutkan diriku, aku belum bisa menerima hal sebesar ini dan itu menyangkut diriku sendiri”, jawab Souw Meng Wi.
”Apakah kau telah menjalin hubungan dengan pemuda lain?” tanya Kang Houw.
”Pangeran Kang kita adalah para kultivator, perjodohan adalah hal kedua dalam hidup kita, kekuatan adalah segalanya dan aku tidak pernah menjalin hubungan selain dengan para junior dan para pelayanku sendiri”, jawab Souw Meng Wi.
Kang Houw telah mencapai tingkat Raja Dewa ke-8 Puncak, sedangkan tanpa diketahui oleh Kang Houw, Souw Meng Wi telah melampauinya, dia kini adalah kultivator Raja Dewa ke-9 Awal karena keunikan teknik kultivasi milik klan Souw yang memang terkenal di Dunia Putih.
Percakapan di antara mereka berdua terjadi di manor tempat tinggal Souw Meng Wi, apa yang dikatakan oleh Souw Meng Wi pada Kang Houw adalah sebenarnya.
Dia selama ini terlalu berkonsentrasi terhadap latihan untuk meningkatkan kekuatannya, sesekali dia akan mendatangi manor tempat tinggal Souw In bibinya untuk sekedar menikmati hidangan yang dibuat oleh Han Wi Liong, dan rasa makanan dari Han Wi Liong inilah yang memicu dirinya untuk selalu berkultivasi sangat rajin dan keras.
Intensitas pertemuan dengan pelayan kecil Aliong terjadi secara rutin setiap tiga bulan sekali, jadi satu-satunya pemuda yang dikenalnya hanyalah Aliong itu.
Perawakan Aliong sebetulnya dapat dianggap pemuda yang menarik hatinya, selain postur tinggi dan wajah yang tampan, namun Aliong yang dikenalnya tidak memiliki kekuatan sebagai seorang kultivator, dia hanya manusia biasa dan status yang dimiliki Souw Meng Wi sangat berbeda, jadi kekaguman Souw Meng Wi pada sosok Aliong tidak begitu menarik perhatian dirinya.
Setelah berbasa-basi dengan Pangeran Kang Houw, Souw Meng Wi mengundurkan diri dengan mengusir secara halus, karena dia akan melanjutkan latihannya, Pangeran Kang pun mengerti akan hal ini, dia tidak akan memaksakan kehendaknya, yang harus dilakukannya adalah memberitahukan segera pada ayah dan para tetua di klannya untuk segera mewujudkan keinginan hatinya dan melaksanakan perjodohan dengan Putri Souw yang telah memikat hatinya.
Setelah kepergian Kang Houw, Souw Meng Wi bergegas ke puri tempat Souw In, dia akan membicarakan dengan bibinya dan meminta pihak bibinya untuk mendukung penolakan perjodohan ini, karena kalau dia berbicara dengan ayahnya, Souw Meng Wi sudah menduga jawaban dari Souw Ceng ayahnya sendiri.
Di ruangannya, Han Wi Liong tersenyum senang, dengan telah disempurnakan teknik jiwanya, sekarang dia memiliki kekuatan tersembunyi bahkan energi kultivasinya dapat disalurkan ke seluruh tubuhnya hanya dengan menggerakkan pikirannya saja.
Selama lebih lima tahun yang lalu, dalam pelatihannya Han Wi Liong secara diam-diam telah melakukan teleportasi berulang kali menjelajahi setiap ujung Dunia Putih, dari sini dia mengetahui, bahwa di Dunia Putih ini hanya terdiri dari tiga benua super besar dimana masing-masing benua dikelilingi oleh pulau-pulau kecil dengan samudera yang mengelilingi setiap benua dengan badai lautan yang sering terjadi.
Perdagangan antar benua ini dilakukan melalui transportasi udara dengan menggunakan kapal-kapal besar yang menggunakan energi batu bintang yang digali atau ditambang pada beberapa pulau yang mengelilingi masing-masing benua tersebut.
Demikian pula yang disebut Benua Bintang dimana pusat pemerintahannya berada di Istana Kabut Putih, kini Han Wi Liong mengerti bahwa sumber energi batu bintang sangat penting, dan Benua Bintang menempati atau menguasai ratusan pulau yang memiliki sumber penggalian batu bintang tersebut.
”Aliong…, Aliong….
Dimana kau? Nyonya Besar Ketiga memanggilmu”, teriak Ngo Cin dari luar halaman tempat Han Wi Liong berada.
Han Wi Liong sudah tahu akan kedatangan Ngo Cin, dia lalu mengatur nafasnya dan mengoperasikan tubuhnya agar segera terkunci kembali seperti semula agar energi kekuatannya tidak bocor dan diketahui oleh orang lain.
”Aku keluar bibi Cin, aku akan segera menghadap Nyonya Besar Ketiga”, jawab Aliong dengan suara keras pula.
Pada sebuah ruangan tempat pribadi Souw In, Souw Meng Wi duduk di samping Nyonya Besar Ketiga, dan tidak lama kemudian Han Wi Liong dengan tubuh tegap memasuki ruangan tersebut.
”Hormat pada Nyonya Besar Ketiga dan Putri Souw”, kata Han Wi Liong.
”Aliong, keponakanku meminta hidangan darimu seperti biasa namun bisakah kau buatkan juga bagiku dengan bahan-bahan istimewa yang sudah kupersiapkan secara khusus yang kuletakkan di ruanganku?” tanya Souw In dengan mata lentiknya, dia melihat anak remaja yang dibawanya dari Dunia Sembilan Benua ini tumbuh dengan gagah dan tampan, hanya sayang dia hanya seorang manusia biasa dan berulang kali dia menawarkan untuk melatihnya, namun tawaran itu pun ditolak berulang kali.
”Baiklah Nyonya, apakah aku diperkenankan mengambil bahan itu diruanganmu?” kata Han Wi Liong.
”Bibi biar aku saja, sekalian aku akan membantunya”, kata Souw Meng Wi sambil berdiri dari tempat duduknya.
Souw In hanya menganggukan kepala, dan didahului oleh kepergian Han Wi Liong ke dapur khusus di puri Souw In, Souw Meng Wi pun beranjak menyusul kepergian Han Wi Liong
Souw In terdiam sejenak menatap kepergian Han Wi Liong, melalui perasaannya, dia merasakan perubahan fisik pemuda tersebut namun dia sulit menemukan atau menjelaskan penemuannya ini, yang jelas cara pandang terhadap pemuda itu mengalami perubahan, ada sesuatu yang berubah terhadap pandangannya pada Aliong, pemuda ini tidak memiliki kekuatan kultivasi, namun mengapa pemuda itu memiliki sorot mata yang sangat cerah dan tajam bagai seorang kultivator yang tingkatnya sama dengan dirinya? Mana mungkin, Aliong yang dikenalnya adalah seorang Mahadewa?
Pikiran yang dirasakan oleh Souw In adalah kebiasaan seorang kultivator, apalagi tingkat miliki Souw In adalah Mahadewa tingkat 3, dia sangat sensitif akan kehadiran kultivator lainnya yang juga memiliki tingkat yang sama atau diatasnya, ada aura kewaspadaan yang secara natural berkembang dalam diri kultivator yang bersangkutan.
Ditepisnya pikiran yang akan berkembang dalam benak Souw In, karena tidak mungkin Aliong dalam usia semuda itu menjadi kultivator Mahadewa, ketika dia menemukan bocah ini, walaupun dia mendeteksi bahwa bocah tersebut adalah seseorang yang mencapai tingkat Manusia Dewa namun dia merasakan tingkat itu secara samar, maka demi kelancarannya dalam membawa Aliong ke Dimensi Dunia Putih, dia mengunci seluruh titik akupuntur bocah tersebut dan pada kenyataannya Aliong sendiri menolak uluran tangannya untuk berubah menjadi seorang kultivator di bawah bimbingannya.
Sedangkan di dapur, Han Wi Liong mulai menyiapkan menu khusus untuk disajikan pada Souw In dan keponakannya, Souw Meng Wi.
Souw Meng Wi hanya membantu membersihkan bumbu tambahan dan selanjutnya hanya memperhatikan Aliong bekerja,
”Aliong, dari manakah keahlian memasakmu ini? Apakah engkau memang keturunan seorang ahli masak di tempatmu dulu?” tanya Souw Meng Wi.
Han Wi Liong membalikkan tubuhnya,
”Aku belajar sendiri, karena hanya keahlian ini yang menarik minatku”, jawabnya.
”Apakah kau benar-benar tidak tertarik akan teknik Beladiri dan kultivasi?, kudengar bibiku telah menawarkan kesempatan padamu untuk menjadi murid pribadinya, yang kutahu, bibiku itu adalah orang yang sangat sulit memilih seorang pewarisnya, banyak anak yang berharap dijadikan muridnya namun tidak satupun dia tertarik kecuali padamu, namun kau tetap menolaknya”, kata Souw Meng Wi.
”Teknik kultivasi dan teknik beladiri sangat tidak berguna bagiku, karena aku tidak berbakat dan tidak suka akan ilmu tersebut”, jawab Han Wi Liong, padahal kenyataannya, bukan soal bakat, namun yang tidak diketahui oleh orang lain adalah konstitusi tubuh Han Wi Liong yang berbeda dengan anak lainnya, semua teknik itu tidak perlu dia pelajari secara khusus atau memerlukan waktu seperti yang dilakukan oleh para kultivator, bagi Han Wi Liong teknik kultivasi itu secara otomatis berkembang dalam tubuhnya seperti dia bernafas, sedangkan teknik beladiri sehebat apapun teknik tersebut, dia dapat menemukan kelemahan dan mengalahkan teknik tersebut hanya dengan melihat seseorang yang mempraktekannya.
Souw Meng Wi menggelengkan kepalanya, keningnya berkerut kalau seandainya Aliong itu memiliki kekuatan kultivasi, mungkin dirinya akan menjatuhkan pilihan hatinya pada pemuda ini, karena daya tarik dari sosoknya dan kerendahan hati miliknya ketika berbicara, tidak sombong seperti Kang Houw.
”Sangat disayangkan, kau adalah pemuda yang sangat menarik, namun kelemahan pada dirimu mengurangi cara pandang orang padamu, kau akan selalu diperintah oleh orang lain, apakah kau selamanya akan selalu berlindung dibawah ketiak bibiku?” katanya.
”Aku tidak tahu akan masa depan, tapi yang kutahu, aku pasti akan keluar dari istana ini dan melangkah jauh mengelilingi tempat yang belum pernah kuketahui, karena tidak ada yang kekal di dunia manapun”, jawab Han Wi Liong.
”Apakah bibi menjanjikan padamu, bahwa dia akan keluar dari istana ini dan membawa dirimu?” tanya Souw Meng Wi, menebak-nebak bahwa mungkin ada perjanjian sebelumnya antara bibi Souw In dengan pemuda Aliong itu.
”Oh tidak, aku hanya berpegang, bahwa aku tidak tahu akan apa yang terjadi di masa depan, karena tidak ada yang abadi di dunia ini, dan kupikir tidak ada salahnya jika aku mengatakan bahwa suatu hari nanti aku akan pergi dari tempat ini dan entah aku akan kemana”, kata Han Wi Liong.
Sambil bercakap-cakap, keduanya tetap bekerja, terutama Han Wi Liong yang tetap fokus menyiapkan hidangan terbaik bagi Souw In.
Beberapa jam kemudian semuanya sudah siap Dan dihidangkan di meja jamuan yang dipersiapkan di ruang kerja Souw In,
”Aliong makananmu semakin nikmat dan lezat, kini aku ingin memenuhi satu permintaanmu yang paling kau harapkan”, kata Souw In beberapa saat setelah menikmati hidangan yang disediakan oleh Han Wi Liong, itupun setelah Souw Meng Wi keponakannya telah pamit pergi meninggalkan puri tersebut.
”Bebaskan aku dan kembalikan aku ke Dimensi Dunia Sembilan Benua”, jawab Han Wi Liong datar.
”Apakah kau tidak suka di tempat ini?” tanya Souw In.
”Tempat ini sangat indah dibandingkan dengan duniaku, bahkan energi untuk para kultivator sangat berlimpah, namun apa gunanya tempat ini bagiku? Seindah-indahnya tempat ini, namun tetap lebih indah tempat kelahiran asalku”, kata Han Wi Liong.
”Sudah bertahun-tahun kau berada disini, namun kau masih mengingat tempat duniamu yang sangat tipis energi itu, kalau kau tidak memanfaatkan tempat sebaik ini dan berkultivasi kau akan menjadi tua dan dimakan usia, apakah kau tidak tertarik akan keabadian?” tanya Souw In.
”Keabadian…, bukankah hidup yang membosankan? Kesepian dan menyendiri ketika kita ditinggalkan oleh orang-orang yang menyayangi kita dan kita menyayangi mereka karena mereka sendiri tidak abadi”, jawab Han Wi Liong.
”Justru itulah, seorang kultivator akan selalu berpasangan dengan kultivator lainnya, agar mereka akan selalu bersama dan mengisi hidup dalam keabadian”, kata Souw In sambil menatap Han Wi Liong dengan mata tajam menyelidik.
”Bagiku keabadian adalah membosankan, bagaimana kakak In menjelaskan bila pasangan kultivator itu berubah hati dan pandangannya terhadap pasangannya? bukankah akan menambah masalah, karena hati manusia susah ditebak, dan akan selalu berubah seiring dengan waktu yang berjalan”, jawab Han Wi Liong.
Souw In terkejut mendengar perkataan anak muda di depannya,
”Aku salut akan pemikiranmu Aliong, bagi seorang kultivator yang mencapai ranah keabadian pola pikir seperti itu, kecil kemungkinannya karena waktunya lebih banyak dihabiskan dalam berkultivasi”, katanya.
Dengan tersenyum, Han Wi Liong menatap wajah cantik wanita di depannya,
”Kakak In bukankah itu tidak berguna dan sangat membosankan, hidup bersama tapi lebih banyak waktu yang dihabiskan dengan kultivasi, dimana kegembiraannya? Dan apa kesenangannya? Aku sengaja memilih menjadi seorang juru masak dan melatih teknik memasakku sedemikian rupa, agar aku tetap ingat bahwa lidahku harus dapat menikmati rasa di mulutku menjadi berfungsi, lidahku adalah salah satu indra ditubuhku, sedangkan seorang kultivator yang sudah mencapai keabadian sering melupakan anugerah indah yang ditempatkan pada mulut kita sehingga melupakan ketika dia masih lengah dan lemah, malah menjadi sombong dan menindas orang yang lebih lemah dari dirinya”, kata Han Wi Liong.
”Jalan pikiranmu masih sesederhana usiamu, menjadi kuat juga adalah anugerah untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar, dan ingat, tidak semua manusia diberikan jalan atau ditakdirkan untuk menjadi seorang kultivator”, kata Souw In.
”Aku tahu hal itu, tapi aku memiliki pilihan dan aku telah memilih jalanku”, kata Han Wi Liong.
”Baiklah aku akan membawamu kembali ke duniamu, sekalian aku juga akan mengajak keponakanku, dia harus mulai mempraktekan hasil kultivasinya dan mengenal dunia lain, juga untuk menghindari sesuatu hal yang tidak disukai di dunia ini, kau mungkin tahu akan hubungannya dengan Pangeran Kang?” kata Souw In.
”Apakah ada hubungannya denganku?” tanya Han Wi Liong bingung.
”Tidak ada, Souw Meng Wi hanya tidak suka akan prakasa para tetua klan Souw mengenai perjodohan yang tidak diketahuinya, dia merasa diabaikan oleh ayahnya, sekarang persiapkan dirimu, dalam tiga hari kita akan pergi, panggilkan Ngo Cin ketika kau keluar ruangan ini, aku akan mengajak dia juga pergi bersama kita”, kata Souw In.
”Kakak In, jika semua pergi, lalu siapa yang akan menjalankan tanggung jawab tetua disini yang menjalankan peran Nyonya Besar Ketiga?” tanya Han Wi Liong.
”Itu hal mudah, ada tetua lain yang akan menggantikan peranku disini, lagipula aku tidak akan lama pergi sampai ayahnya Souw Meng Wi mencabut keputusan perjodohan putrinya dengan Kang Houw”, kata Souw In lagi.
Mendengar hal itu, Han Wi Liong pun pergi keluar ruangan dan memanggil Bibi Cin.
Dia sebenarnya sangat senang dengan keputusan Souw In yang akan membawanya kembali ke Dunia Sembilan Benua, Han Wi Liong ingin tahu apa saja yang sudah terjadi pada dimensi dunianya, dia akan meminta Kakak In atau Souw In untuk bertemu dengan ibunya Bu Ling Moy karena ibunya berasal dari dimensi dunia yang sama, tapi yang lebih menggembirakan hatinya adalah dia sudah terbebas dari limpahan energi yang menyerang jiwanya karena kini jiwanya makin kuat dan kokoh, limpahan energi itu sudah tidak mengganggunya bahkan kini tanpa disadarinya dia telah menaikkan tingkat kultivasinya, walaupun dia tidak tahu apa tingkat miliknya itu.