Di malam tanpa bintang, bulan merah menggantung di langit seperti mata iblis yang mengawasi kehancuran di bawahnya. Udara dipenuhi bau anyir darah dan jeritan yang menggema di seluruh lembah. Desa Klan Naga Surgawi yang megah kini terbakar, nyala api menghanguskan setiap rumah dan bangunan yang berdiri tegak selama berabad-abad.
Pasukan Raja Kegelapan menerjang tanpa ampun, bagaikan banjir hitam yang melahap segalanya. Pedang mereka terayun, membelah tubuh-tubuh tak berdaya. Darah mengalir membanjiri tanah, menciptakan lautan merah yang menceritakan tragedi yang sedang berlangsung. Tak ada yang selamat—lelaki, perempuan, bahkan anak-anak yang menangis ketakutan pun ditebas tanpa ragu.
Di tengah kehancuran itu, di halaman utama istana Klan Naga Surgawi, dua sosok berdiri berhadapan.
Raja Klan Naga Surgawi, Long Wuyi, seorang pria berambut perak dengan tatapan penuh kemegahan, mencengkeram pedang panjangnya yang berkilau dalam cahaya api. Tubuhnya telah dipenuhi luka, darah mengalir di antara retakan baju zirahnya. Namun, semangatnya tak gentar.
Di hadapannya, Raja Kegelapan berdiri dengan jubah hitam panjang berkibar ditiup angin malam. Mata merahnya bersinar kejam, senyum sinis tersungging di bibirnya. Aura kegelapan yang pekat mengelilinginya, menekan udara di sekitarnya hingga mencekik.
“Sudah berakhir, Long Wuyi,” suara Raja Kegelapan bergema, mengandung kekuatan yang mengguncang tanah. “Klanmu telah musnah. Kau satu-satunya yang tersisa.”
Long Wuyi mengangkat pedangnya dengan mantap. “Selama aku masih bernapas, aku tidak akan membiarkanmu menang begitu saja.”
Tanpa aba-aba, pertarungan dimulai.
Kedua raja itu melesat seperti bayangan, pedang mereka beradu dengan kekuatan yang menghancurkan. Setiap serangan menggetarkan tanah, setiap tebasan membelah udara dengan suara nyaring. Ledakan energi terjadi di setiap bentrokan, menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan bangunan di sekitar mereka.
Namun, Long Wuyi terluka. Tenaganya semakin melemah, sementara Raja Kegelapan tetap berdiri kokoh dengan senyum penuh kemenangan.
Long Wuyi terhuyung, dadanya naik turun dengan napas yang berat. Darah mengalir dari luka-lukanya, membasahi tanah yang sudah merah oleh nyawa-nyawa yang telah melayang. Pandangannya beralih ke sekeliling—desanya, rumah-rumah yang dulu dipenuhi suara tawa dan nyanyian, kini tak lebih dari puing-puing terbakar.
Teriakan orang-orang yang ia lindungi kini senyap, hanya menyisakan suara api yang berkobar dan angin yang membawa aroma kematian. Ia menatap tangannya yang berlumuran darah—darah prajuritnya, rakyatnya. Sejenak, hatinya diliputi duka yang mendalam.
"Apakah ini takdir yang tak bisa kuhindari?" pikirnya. Ia telah berjuang seumur hidup untuk membangun dan melindungi klan ini, namun dalam satu malam segalanya lenyap. Klan Naga Surgawi, yang telah bertahan selama berabad-abad, kini tinggal sejarah.
Sementara itu, dari kejauhan, Yue Xiang memandang suaminya dengan mata berkaca-kaca. Ia tahu, di balik keteguhan Long Wuyi, ada luka yang lebih dalam daripada sekadar bilur di tubuhnya—luka kehilangan, kehancuran, dan kegagalan. Namun, tak ada waktu untuk tenggelam dalam kesedihan. Mereka masih harus bertahan.
Long Wuyi menggenggam pedangnya erat. Tidak, ini belum berakhir. Meski hanya satu detik lagi, satu ayunan pedang lagi—ia harus bertarung. Ia harus memastikan setidaknya satu hal: bahwa Long Tian dan Yue Xiang masih memiliki kesempatan untuk hidup.
Dengan segenap tenaga yang tersisa, ia kembali melesat ke arah Raja Kegelapan, mengayunkan pedangnya dengan raungan yang menggema di langit malam yang kelam. Keduanya saling beradu pedang dan menyebabkan ledakan besar membuat tanah dan bangunan disekitarnya tertekan dan hancur.
Namun tiba-tiba dengan satu serangan fatal, pedang kegelapan milik Raja Kegelapan menembus pertahanan dan menembus dada Long Wuyi.
Darah segar muncrat dari luka yang menganga. Raja Klan Naga Surgawi terhuyung, tatapannya kehilangan cahaya. Dari jauh, seorang wanita dan seorang anak kecil menyaksikan dengan mata membelalak.
“Ibu… Ayah…” suara bocah itu gemetar.
Long Tian, hanya seorang anak berusia lima tahun, melihat ayahnya roboh dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya kecilnya mencengkeram pakaian ibunya, tubuhnya gemetar ketakutan.
Ratu Klan Naga Surgawi, Yue Xiang, menahan tangisnya. Matanya yang indah dipenuhi air mata, namun ada api kemarahan yang berkobar di dalamnya.
Raja Kegelapan menarik pedangnya dari tubuh Long Wuyi dan mengarahkan tatapannya kepada ibu dan anak itu.
“Sekarang, giliran kalian.”
Dengan kecepatan luar biasa, ia melesat ke arah mereka. Yue Xiang mendorong Long Tian ke belakang, mencoba melindungi putranya dengan tubuhnya sendiri.
Namun, serangan itu terlalu cepat.
Cakar kegelapan Raja Kegelapan menebas tubuh kecil Long Tian, membuatnya terlempar ke tanah. Bocah itu menjerit kesakitan, luka panjang melintang di dadanya, menghitam seolah terbakar oleh energi iblis.
Long Tian menggeliat di tanah, nafasnya terengah-engah. Dunia terasa berputar, matanya kabur oleh rasa sakit yang luar biasa.
“Long Tian!” Yue Xiang berlari ke arahnya, tetapi Raja Kegelapan tak membiarkannya.
“Apa kau pikir bisa lari dariku, Yue Xiang?” suara Raja Kegelapan dingin seperti es.
Pada saat yang bersamaan, Raja Klan Naga Surgawi Long Wuyi telah berdiri dan mengusungkan pedangnya kedepan lalu berkata, “Fabu”
Tiba-tiba seekor naga raksasa melesat ke arah Raja Kegelapan dengan raungan dahsyat. Naga itu terbuat dari energi murni, sisiknya bersinar seperti logam yang dipanaskan, dan matanya memancarkan kekuatan surgawi.
Raja Kegelapan melangkah mundur, mengangkat tangannya untuk menghalau serangan itu. Namun, naga itu menerjangnya dengan kekuatan tak terbendung, menggigit dan mencakar tubuhnya, membuatnya terpental menghantam dan menembus tiga gedung reruntuhan istana. Darah hitam menetes dari sudut bibir Raja Kegelapan. Sementara matanya menyipit tajam, dia baru menyadari bahwa dia telah kehilangan tangan kirinya akibat serangan dan gigitan naga tersebut. Darah hitam seperti meluncur bagaikan air terjun dari tubuhnya… namun dia tertawa.
“Ha..ha..ha.. Akhirnya kau mengeluarkan juga jurus pamungkas mu, ku akui memang hebat bisa membuatku terluka seperti ini, tapi apakah kau bisa selamat dari jurus pamungkasku, Long Wuyi….!”
Raja Kegelapan merapalkan mantra dan mengangkat pedang ditangan kanannya ke arah langit, lalu berteriak memekakkan telinga.
Tiba-tiba, langit yang gelap menjadi semakin pekat, angin bertiup liar, dan tekanan luar biasa menyelimuti seluruh area. Dari balik awan, muncul batu-batu raksasa yang bercahaya kehitaman, ditarik langsung dari langit. Sihir meteor kegelapan—jurus pamungkas Raja Kegelapan.
Raja Klan Naga Surgawi melihat batu-batu angkasa itu mulai menghujam ke arahnya. Ia mengayunkan pedangnya, memerintahkan naga energi untuk menghalangi meteor-meteor tersebut. Naga itu meraung, menyapu langit dengan tubuhnya, menghancurkan beberapa batu sebelum mereka jatuh ke tanah. Namun, jumlah meteor itu terlalu banyak, dan naga itu kewalahan.
Akhirnya, sebuah batu raksasa menghantam naga itu langsung di kepala. Ledakan besar terjadi, menghancurkan naga itu berkeping-keping. Raja Klan Naga Surgawi terhuyung, matanya membelalak saat melihat meteor terakhir yang lebih besar dari yang lain meluncur ke arahnya. Ia mencoba mengangkat pedangnya untuk bertahan, namun kekuatan dahsyat dari meteor itu terlalu besar.
"Ayah!" terdengar jeritan dari jauh—Long Tian dan ibunya. Yue Xiang dengan sigap melindungi dirinya dan Long Tian dari batu-batu meteor tersebut, namun jumlahnya terlalu banyak, Yue Xiang melindungi anaknya dengan tubuhnya dan mendapatkan luka-luka yang serius.
Sementara itu meteor besar yang membara dengan energi yang besar menghantam Raja Klan Naga Surgawi dengan kekuatan yang luar biasa. Ledakan terjadi, meratakan area sekitarnya, mengangkat debu dan api ke udara. Saat debu menghilang, hanya tersisa tubuh sang raja yang tergeletak, pedangnya patah, napasnya sekarat.
Long Tian menatap pemandangan itu dengan mata membelalak, tubuhnya gemetar ketakutan. Ibunya menahannya, berusaha menutupi matanya, namun terlambat—Long Tian sudah melihat segalanya.
Raja Kegelapan melangkah mendekati tubuh lemah sang raja. Dengan senyum sinis, ia mengangkat pedangnya dan dengan ganas memenggal kepala Raja Klan Naga Surgawi.
"Akhir dari klan Naga Surgawi," bisiknya puas.
Darah membanjiri tanah suci klan itu, kepala sang raja menggelinding lalu terhenti dengan wajah menghadap kepada anak dan istrinya, matanya kosong.
Long Tian terpaku tidak mempercayai apa yang terjadi didepan matanya tanpa sadar air mata mengalir deras dipipinya, lalu pandangannya mulai gelap dan Long Tian jatuh tergelatak di tanah. Sedangkan Yue Xiang menjerit-jerit histeris, tubuhnya tidak bisa begerak, kaku.
Raja Kegelapan berbalik, mengarahkan pandangannya ke arah ibu dan anak yang tak jauh darinya. Senyum keji muncul di wajahnya. "Saatnya giliranmu Yue Xiang, mungkin sebelum ku penggal kepalamu akan ku nikmati dulu tubuh indah mu Ratu Klan Naga Surgawi hahhaha, namun sebelumnya kita pastikan tidak ada yang mengganggu biar ku hancurkan dulu tubuh anak mu!"
Dengan bergidik ngeri dan ketakutan, Yue Xiang, dengan dorongan naluri seorang ibu yang ingin melindungi anaknya, berusaha bangkit dan berdiri di depan Long Tian.
Sang ibu menatap anaknya yang terluka, amarah dan keputusasaan memenuhi hatinya. Ia tahu bahwa tidak ada jalan lain. Dengan suara lirih, ia mulai merapalkan mantra kuno, mantra yang telah lama dilarang bahkan oleh para dewa.
Tiba-tiba, angin kencang bertiup, dan langit yang merah darah menjadi semakin pekat. Suhu udara turun drastis, dan dari tanah, lingkaran sihir mulai berpendar dengan cahaya keunguan yang mengerikan.
Suara gemuruh mengguncang langit.
Energi hitam pekat meluap dari tubuhnya, membentuk pusaran sihir yang menggetarkan jiwa.
“Keluar… dan hancurkan mereka semua.”
Dari dalam pusaran itu, sesosok makhluk muncul.
Raja Kegelapan terkejut. Matanya menyipit, mengenali sosok yang kini berdiri di hadapan mereka.
Makhluk itu adalah rubah iblis dengan sembilan ekor yang berkibar di belakangnya, matanya menyala dengan cahaya merah menyala seperti bara api neraka. Aura kekuatan tak terhingga terpancar darinya, menekan seluruh medan perang dengan kehadirannya yang luar biasa.
Pasukan Raja Kegelapan gemetar, beberapa di antaranya mundur tanpa sadar.
Rubah Iblis itu mengaum, dan dengan satu kibasan ekornya, gelombang energi raksasa menghantam pasukan Raja Kegelapan, melumat mereka seketika. Teriakan kematian terdengar di mana-mana.
Raja Kegelapan mengangkat tangannya untuk bertahan, tetapi iblis itu terlalu kuat. Dengan satu tebasan cakarnya, ia mencabik tubuh Raja Kegelapan, meninggalkan luka mendalam di bahunya.
Raja Kegelapan mengerang, mundur beberapa langkah.
“Keparat…” gumamnya, tatapannya menyala marah.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Yue Xiang bergegas menghampiri Long Tian yang masih terbaring lemah. Dengan sisa kekuatannya, ia mengangkat putranya dan dalam keputusasaan terbang keluar dari komplek istana dan menuju kegelapan hutan.
Yue Xiang dalam kesedihan mendalam, terlukan dan kelelahan sesekali terjatuh namun tetap tidak melepaskan tangannya dan melindungi Long Tian yang sudah tidak sadarkan diri dan kemudian berusaha untuk bangkit dan terbang untuk melarikan diri lagi.
Di sudut matanya dia seperti melihat seseorang saat dia menoleh sepasang mata menatap tajam padanya, seketika jantungnya berdegup kencang ketakutan saat dia merasakan aura yang gelap dan ingin membunuh, ah sudah berakhir pikirnya.
Sosok itu terbang dengan cepat menghampiri Yue Xiang, dengan sisa kekuatannya Yue Xiang melemparkan pukulan energi ke arah sosok itu, namun dengan mudah energi itu ditangkis dan dihancurkan. Yue Xiang dengan putus asa kembali terjatuh ke tanah.
“Ratu tenanglah jangan takut, saya Master Yin” kata sosok itu berbicara kepada Yue Xiang. Ada keraguan di dalam hati Yue Xiang namun berubah terasa lega melihat sosok ini adalah orang yang dikenalnya.
"Master Yin," suaranya lirih, "tolong... selamatkan anakku."
Master Yin menatap anak yang berlumuran darah itu, lalu menatap ibunya yang penuh luka dan kelelahan. Ia mengangguk perlahan, lalu meraih Long Tian dalam dekapannya.
"Aku akan menjaganya."
“Cepat pergi sekarang, aku sudah tidak terselamatkan lagi, pergilah bawa Long Tian, tolong Yin dengan lirih”
Dengan mata dingin Master Yin meninggalkan Yue Xiang.
Dari kejauhan, Yue Xiang menatap bulan merah di langit yang berkilau dingin, tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan asap hitam dan dia kejang lalu menggeliat di atas tanah dengan kesakitan, tangannya mencakar-cakar tubuhnya sendiri sehingga luka ditubuhnya semakin terbuka dan mengeluarkan darah. YueXiang terus berteriak kesakitan sampai kemudian terjadi ledakan, lenyaplah tubuh Yue Xiang.
Malam itu, Klan Naga Surgawi musnah. Namun, darah naga masih mengalir.
Dan dendam belum berakhir.